Guru di Desa Pulo Panjang Ikuti Peningkatan Kompetensi dan Mutu

SERANG – Puluhan guru di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi dan mutu guru di Hotel Horison, Kabupaten Serang, Rabu (18/4). Pelatihan itu rencananya akan digelar hingga besok, Kamis (19/4).

Pelatihan peningkatan kompetensi dan mutu ini merupakan hasil kerja sama dari Yayasan Pena Ibnu Abbas dengan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).

Ketua Yayasan Pena Ibnu Abbas Ema Sulaimah menjelaskan, ada 30 guru dari seluruh satuan pendidikan yang ada di Pulo Panjang yang mengikuti pelatihan ini. Satuan pendidikan yang dimaksud yaitu dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Untuk pelatihan sekarang temanya workshop penerapan kurikulum 2013 edisi revisi 2017,” ujarnya setelah pembukaan kegiatan itu.

Ema melanjutkan, dalam pelatihan ini para guru akan diberikan pemahaman tentang apa saja yang tertuang di dalam kurikulum 2013 edisi revisi 2017. “Mungkin saja masih banyak yang tidak tahu apa saja perubahannya dari kurikulum sebelumnya, nah disini para guru diberi tahu,” katanya.

Menurut Ema, pemahaman guru terhadap kurikulum yang berlaku sangat penting agar target-target dari pembelajaran bisa terpenuhi.

Sementara itu, Manager Relations CNOOC, Dany Surjalesmana mengungkapkan, pelatihan itu merupakan salah satu wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di Desa Pulo Panjang.

“Kegiatan tanggung jawab sosial ini sudah menjadi komitmen kami untuk mendukung program pemerintah setempat di sekitar wilayah operasi kami, baik di Kabupaten Kepulauan Seribu, Kabupaten Lampung Timur, serta Desa Pulo Panjang,” paparnya.

Perusahaan berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan ilmu yang didapatkan bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Kepala Kemenag Provinsi Banten Bazari Syam mengungkapkan, peran serta swasta sangat penting untuk perkembangan serta kemajuan dunia pendidikan.

Menurutnya, masih ada dua hal yang masih menjadi perhatian besar di dunia pendidikan. Yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM) kependidikan, dalam hal ini guru, serta sarana dan prasarana sekolah. “Kalau SDM-nya bagus tapi sarana dan prasarananya tidak mendukung, maka sulit berjalan baik,” katanya.

Bazari mengaku mengapresiasi CNOOC. Karena dengan upaya yang dilakukannya bersama Yayasan Pena Ibnu Abbas itu bisa meningkatkan kualitas SDM di seluruh satuan pendidikan yang ada di Desa Pulo Panjang. “Tapi ingat di Banten itu bukan Pulo Panjang saja, ada juga Pulo Pendek. Ada daerah-daerah lain yang juga memerlukan perhatian sama,” katanya. (*)