LEBAK – Terkait adanya penangkapan seorang guru di Kabupaten Lebak akibat diduga menyebarkan berita bohong alias hoaks terkait Partai Komunis Indonesia (PKI), Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lebak Ino S Rawita memelalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak membuat surat edaran terkait larangan memposting berita hoax ke seluruh sekolah yang ada di Lebak.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada kepala Dinas Dindikbub Wawan Ruswandi. Surat edaran tersebut agar disebarkan kepada seluruh karyawan, guru dan para siswa khususnya. Saya prihatin atas kejadian penangkapan yang dilakukan Mabes Polri terhadap guru di Sajira yang terduga sebagi penyebar berita hoax,” ujarnya, Jumat (23/2).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi membenarkan, bahwa ada instruksi dari Bupati Lebak untuk membuat surat edaran terkait larangan memposting berita hoax.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menelaah terlebih dahulu dan berhati-hati dalam memposting berita. Untuk surat edaran sedang dalam proses, insyaallah akan segera disebarkan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak Doddy Irawan menjelaskan, sebenarnya Pemkab Lebak sudah berupaya maksimal dalam mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan atau memposting berita hoax.

“Sosialiasai tersebut sudah kita lakukan sejak tahun 2016, baik melalui radio Mutatuli FM serta via media sosial lainnya yang resmi dipunyai Pemkab Lebak,” ungkapnya. (Omat/twokhe@gmail.com).