Guru Ngaji Cabuli 5 ABG

0
2696
Kapolres Serang AKBP Mariyono saat memperlihatkan barang bukti saat ekspos di Mapolres Serang, Selasa (29/12).

SERANG– Seorang guru mengaji di  Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang diamankan polisi, Jumat (18/12) pagi. Lelaki berinisial AG (26) itu dituduh telah mencabuli lima orang muridnya.

Lima orang korban di bawah umur itu adalah NS (15), SF (14), RA (15), NN (15), dan SP (14). Pencabulan itu terjadi sejak Mei 2019 hingga Oktober 2020. Perbuatan bejat itu dilakukan AG di rumahnya.

“Pelaku ini oknum ustad, untuk sementara ada lima korbannya. Saat ini masih kami kembangkan,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mariyono saat ekspos di Mapolres Serang, Selasa (29/12).

Hasil penyidikan sementara, NS dan SF tidak hanya dicabuli, tetapi juga telah disetubuhi oleh AG. NS disetubuhi sebanyak dua kali dan SF satu kali.  “Modusnya kalau korban menolak diancam untuk tidak usah mengaji lagi di tempatnya. Karena korban masih ingin mengaji korban mengiyakan ajakan tersangka,” ungkap Mariyono.

Pencabulan tersebut dilakukan oleh AG selepas para anak baru gede (ABG) itu belajar mengaji. Setelah menentukan korbannya, AG memintanya tidak pulang. Setelah murid lain pulang dan kondisi sepi, pelaku mencabuli atau menyetubuhi korban. “Murid-muridnya ini mengaji sampai dinihari, pelaku ini menjalankan modus operandinya satu persatu,” ujar Mariyono didampingi Kasat Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arief N Yusuf.

Ulah AG terbongkar lantaran pada Selasa (15/12), NS mengaku kepada orang tuanya telah disetubuhi. Orangtua korban yang merupakan tokoh masyarakat Carenang tidak terima. AG pun dilaporkan ke Mapolres Serang. “Yang buat laporan ini NS yang kemudian diikuti oleh korban yang lainnya, kalau masih ada korban yang lain silahkan untuk melapor,” kata Mariyono.

Ditambahkan Arief N Yusuf, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa baju, pakaian dalam wanita, dan selimut yang digunakan sebagai alas melakukan persetubuhan.

“Untuk AG kita jerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2, ayat 3 dan ayat 5 atau Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 serta ayat 4 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” kata Arief.

Sementara itu AG mengaku hanya lima muridnya yang menjadi korban. Pria yang telah beristri ini mengaku mencabuli dan menyetubuhi korban saat rumahnya sedang sepi. “Murid saya ada 15, tujuh perempuan. Saat sedang sepi (melakukan pencabulan dan persetubuhan-red),” kata AG.

AG berdalih khilaf saat melihat tubuh muridnya yang membangkitkan syahwatnya. Dia membantah terpengaruh video porno. “Enggak (nonton video porno-red), khilaf saja,” kata pria yang mengaku telah mengajar ngaji selama empat tahun itu. (mg05/nda)