Guru SD jadi Korban Jambret di Sumurpecung

SERANG – Aksi penjambretan terjadi di Kota Serang. Jumat (29/6) malam, seorang guru sekolah dasar Islam terpadu (SDIT), Aan Nurhasanah (27), menjadi korban saat melintas di Jalan KH Abdul Latif, Sumurpecung, Kota Serang.

‎Informasi yang diperoleh, peristiwa ini terjadi sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu, Aan bersama temannya, Fitri, hendak membeli air mineral di sebuah minimarket. Menggunakan sepeda motor, warga Kabupaten Lebak ini kemudian berangkat ke minimarket di daerah Sumurpecung.

‎Di tengah perjalanan, Aan yang dibonceng Fitri, dikagetkan oleh pengendara motor matic tidak dikenal dari arah belakang. Telepon genggam yang ia pegang, langsung dirampas pelaku. Pelaku langsung tancap gas ke arah Rau usai menjalankan aksinya. “HP itu tadinya di dalam tas, saya keluarin mau balas WhatsApp teman. Belum lama dikeluarin, HP-nya ada yang ngerampas dari belakang.‎ Saya juga enggak sempat lihat mukanya karena gelap dan enggak nyangka mau dijambret,‎” tutur Aan.

Aan sempat berteriak dan mengejar pelaku. Namun, tidak terkejar. “Suasananya waktu itu juga agak sepi. Kendaraan yang lewat udah sedikit,” ujarnya.

Meski tidak melaporkan kejadian ini ke polisi, Aan mengaku mengalami trauma.‎ Ia berharap kejadian itu tidak terulang dan tidak ada korban tambahan. ‎”Saya sampai sekarang masih takut. Apalagi kan saya perempuan, agak trauma sekarang kalau ‎lewat malam hari,” akunya.

Sementara itu, teman korban, Fitri, mengatakan bahwa pelaku sempat dikejar oleh warga yang melihat aksi penjambretan itu. ‎Namun, upaya tersebut sia-sia. Pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri. “Pas ketemu jalanan yang ramai, penjambretnya langsung nyelip-nyelip ke motor lain. Pelakunya sendirian,” katanya. (Rifat/RBG)