Guru SDN 1 Cisangu Sambangi Rumah Siswa yang Tidak Punya Ponsel

0
955 views

LEBAK – Pandemi corona atau Covid-19 telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Di pelosok Kabupaten Lebak, guru harus bekerja ekstra menyambangi rumah siswa untuk mengajar, karena terkendala jaringan dan ketiadaan telepon seluler.

Aan Nani Sumarni, guru agama SD Negeri 1 Cisangu mengatakan, kondisi ekonomi orangtua siswa di Cisangu, Kecamatan Cibadak, cukup memprihatinkan. Sebagian orangtua siswa belum memiliki telepon seluler, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak bisa dilaksanakan secara daring (dalam jaringan).

“Seminggu empat kali saya harus menyambangi rumah siswa untuk mengajar. Lokasinya tentu enggak mudah dijangkau kendaraan. Kadang harus melintasi pematang sawah untuk sampai ke rumah siswa,” kata Aan Nani Sumarni kepada Radar Banten, Senin (20/7).

Dalam sehari, Aan Nani harus mengunjungi beberapa kampung di Desa Cisangu. Karena, siswa yang akan mengikuti KBM dibagi beberapa kelompok dan disesuaikan dengan lokasi rumahnya masing-masing. Jika lokasinya berdekatan maka akan dikumpulkan di salah satu rumah.

“Jumlah siswa yang belajar dibatasi hanya lima orang. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya.

Aan berharap, para siswa tetap semangat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pandemi corona jangan sampai mengurangi semangat anak-anak untuk menimba ilmu. Apalagi, guru siap menyambangi rumah orangtua siswa untuk melaksanakan tugas mendidik generasi muda Lebak.

“Saya selalu berikan motivasi kepada anak-anak untuk tetap semangat belajar. Enggak ada alasan untuk malas-malasan,” tegasnya.

Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) La Tansa Mashiro Rangkasbitung ini berharap wabah corona segera berakhir sehingga KBM dapat berjalan normal kembali. (Mastur)