H-6 Lebaran, Truk Dilarang Menyeberang di Pelabuhan Merak

0
79

PULOMERAK – Menjelang musim mudik, pemerintah melarang truk dan kendaraan besar lainnya untuk melintas di Pelabuhan Merak pada H-6 sebelum Lebaran Idul Fitri. Pelabuhan penyeberangan Jawa-Sumatera itu akan diprioritaskan untuk para pemudik yang menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi.

General Manager (GM) PT Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni menjelaskan, pada arus mudik tahun ini, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak akan konsentrasi pada kendaraan roda dua dan roda empat. “Kebijakan itu selaras dengan rencana operasi yang akan dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry pada masa arus mudik dan liburan tahun ini,” kata Fahmi, Minggu (27/5).

Mengacu pada data yang dimiliki oleh PT ASDP Indonesia Ferry, di Pelabuhan Merak pada 2017 dari jumlah trip sebanyak 2.273, jumlah penumpang tercatat sebanyak 1.308.750 orang. Kendaraan roda dua sebanyak 99.815 unit, sedangkan kendaraan roda empat sebanyak 165.243 unit. “Prediksi tahun ini lonjakan pemudik akan terjadi. Untuk penumpang, diperkirakan terjadi sekira 1.421.303 orang. Kendaraan roda dua sebanyak lebih 105.803 unit, untuk kendaraan roda empat sekitar 174.166 unit,” ujarnya.

Menurut Fahmi, pada H-7 diperkirakan seluruh persiapan sudah rampung dan sudah siap untuk menerima para pemudik. Posko-posko istirahat dan pembelian tiket di luar pelabuhan pun telah siap pada saat itu.

Sebelumnya, Direktur Operasional dan Teknik PT ASDP Lamane saat menerima kunjungan Komisi VI DPR RI di Pelabuhan Merak menjelaskan, proyeksi rata-rata jumlah kendaraan pada arus mudik tahun ini sebanyak 15.770 unit per hari. Sementara, kapasitas kapal yang terpasang rata-rata 44.750 kendaraan per hari.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 dan H-2.

Menurutnya, hal itu masih bersifat analisis sementara. Untuk itu, ASDP tetap menyiagakan kapal yang laik beroperasi guna mengantisipasi lonjakan yang melebihi prediksi itu. “Perhitungan berdasarkan asumsi kenaikan jumlah kendaraan lima persen dari tahun 2017,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Jonny Siagian menjelaskan, larangan truk beroperasi saat arus mudik itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI 34/2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada Masa Angkutan Lebaran 2018.

Menurutnya, aturan itu dibentuk agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tahun ini, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum bisa merasa nyaman dan aman. “Kami bekerja sama dengan polisi untuk mengatur pelanggaran truk di tol,” ujarnya.

Jonny melanjutkan, aturan itu tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut sembako dan bahan bakar minyak (BBM). Itu dilakukan agar selama arus mudik dan libur Idul Fitri dan cuti bersama nanti tidak terjadi kekurangan pangan dan BBM.

Sementara itu, pantauan Radar Banten, kondisi Pelabuhan Merak terpantau masih normal. Belum tampak kepadatan pemudik. Truk pun masih beroperasi. (Bayu M/RBG)