SERANG – Maraknya berita hoax jelang pemilu ditanggapi serius oleh tokoh masyarakat Banten H Embay Mulya Syareif. Menurutnya, hoax didunia politik berpotensi mengadu domba umat.

Hal itu diungkapkan Embay pada diskusi ‘Hoax di Pusaran Politik’ yang diselenggarakan Banten Institute for Governance Studies (BIGS) bekerja sama dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Banten, di Cafe Salbai, Kota Serang, Rabu (30/1).

Selain Embay, turut hadir sebagai narasumber diskusi ketua Bawaslu Banten dan akademisi Untirta.

Menurut Embay, berita hoax terutama di media sosial (medsos) tidak hanya mengadu domba antar-kandidat yang bersaing di pilpres 2019, juga mengadu domba jutaan masyarakat.

“Akibat hoax politik, masyarakat jadi berselisih. Saling curiga dan saling fitnah antarpendukung calon presiden. Ini harus kita hentikan bersama-sama. Bila tidak maka pembuat hoax dan penyebar hoax-lah yang menang banyak. Sementara umat jadi korban,” papar Embay.

Ia menambahkan, pembuat berita hoax bisa saja datang dari luar kandidat. Bisa dari negara asing yang sengaja menciptakan kekisruhan di tengah masyarakat. Bisa juga dari masyarakat sendiri yang sengaja mencari keuntungan. Sebab berita hoax kini sengaja diproduksi sebagai ladang bisnis, yang menyasar oknum politisi yang ingin memenangkan pemilu dengan menghalalkan segala cara.

“Kita semua sesungguhnya korban hoax. Saya sendiri juga pernah menjadi korban saat kontestasi Pilgub Banten 2017. Tugas kita sekarang mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat. Hoax tidak akan berhasil memengaruhi masyarakat yang hati nuraninya terbuka,” papar mantan calon wagub Banten ini. (Deni S)