Ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA – Hacker Sultan Haikal (19) bakal direkrut oleh Polri. Pelaku pembobol situs Tiket.com itu bakal membantu Polri dalam penegakan hukum kejahatan cyber. Meski begitu, Polri akan menyelesaikan dulu proses pidana terhadap dia.

“Kan istilahnya diluruskan setelah menjalani hukuman, biar jadi anak baik, gituloh biar bermanfaat bagi bangsa negara, jadi anak baik, intinya kan gitu,” kata Kanit III Subdit I Direktorat Siber Bareskrim Polri AKBP Idam Wasiadi, Jumat (7/4), dilansir JawaPos.com.

Sebelum direkrut, lanjut dia, remaja lulusan Sekolah Menengah Pertama itu akan dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Jangan sampai ke depannya Sultan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Apalagi, Sultan disebut-sebut memiliki kemampuan mumpuni dalam meretas. Dia bisa meretas lebih dari 4.000 situs berdasarkan pengakuan temannya yang juga tersangka lain dalam kasus pembobolan situs Tiket.com. “Takutnya kalau enggak dibina enggak diluruskan malah dimanfaatkan orang lain untuk enggak bener,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul mengaku ada pertimbangan Polri untuk merekrut Sultan. Akan tetapi Polri akan lebih dulu mengedepankan proses hukum atas kasus yang menjerat Sultan.

“Dia harus dihukum dulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, baru setelah itu kami, pihak kepolisian bisa melakukan komunikasi, katakanlah untuk merekrut sebagai ahli dalam membantu penegakan hukum,” kata dia. (elf/JPG)