Hadapi PSPS Riau, Persita Gagal Curi Poin

RIAU – Persita Tangerang harus menelan kenyataan pahit kala melawat ke markas PSPS Riau, Minggu (8/9). Bermain dengan kekuatan penuh, Persita harus takluk dengan tuan rumah 2-1, Minggu (8/9).

Babak awal pertandingan, permainan kedua tim tampak imbang. Meski diakui penampilan Pendekar Cisadane tidak begitu maksimal. Kondisi lapangan yang kering dan keras membuat penggawa Persita kesulitan untuk memainkan teknik yang baik. Sehingga, terpaksa mengandalkan umpan-umpan panjang.

Peluang pertama berhasil dibuka oleh PSPS Riau. Namun, Persita yang menerapkan formasi 4-4-2 masih bisa menangkis serangan demi serangan yang dilancarkan.

Sementara bagi Persita, peluang pembuka hadir melalui sundulan striker Sirvi Arvani. Namun, upaya tersebut belum berbuah manis. Sebaliknya, Persita harus dikagetkan dengan gol PSPS yang tercipta di menit ke-25 yang dipersembahkan gelandang Riki Dwi Saputro.

Untuk mengejar ketertinggalan, pergantian pemain pun dilakukan oleh Persita. Bek Amarzukih keluar dan digantikan gelandang Redi Rusmawan menit ke-41. Hingga jeda turun minum, skor masih bertahan 1-0 untuk keunggulan PSPS Riau.

Memulai babak kedua, Persita terlihat lebih terorganisir. Beberapa peluang pun tercipta, salah satunya di sekira menit ke-61 saat tendangan menyilang Chandra Waskito yang terarah ke gawang PSPS Riau. Tapi, sepakan itu masih bisa dijinakkan oleh Choirul Amri kiper PSPS Riau. 

Hingga pada ke-64, gelandang Persita Ade Jantra sukes mencetak golnya ke gawang PSPS Riau. Skor berubah 1-1. Gol itu sekaligus membangkitkan semangat Pendekar Cisadane di lapangan.

Namun, petaka terjadi di sekira menit ke-82 saat bek Persita Novrianto diduga menjatuhkan salah seorang pemain PSPS Riau di luar kotak penalti. PSPS pun dihadiahi tendangan bebas. Tendangan bebas itu dieksekusi dengan baik oleh bek PSPS Riau Yudhi Adytia Pratama. Gol pun terjadi, hingga Persita kembali ditekuk 2-1.

Hingga injury time, Persita masih terus berusaha menggedor pertahanan PSPS Riau. Namun, keberuntungan belum jadi milik Pendekar Cisadane. Skor akhir tadi tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro, mengucapkan selamat atas kemenangan PSPS Riau. “Pertandingan tadi cukup seru. Kami sudah bekerja keras, tapi memang PSPS bisa mengungguli kita pada sore ini. Selamat buat PSPS yang telah memenangkan pertandingan,” kata Widodo.

Mengenai strategi yang diterapkan pada laga itu, Widodo enggan berkomentar banyak. Widodo hanya memastikan harapan masuknya Rio Ramandika menggantikan Ade Jantra di menit ke-80, diakuinya, bukan murni untuk bertahan.

“Kami punya taktikal. Bukan berarti terus kita pakai lima bek, tidak. Saya akan mendorong full bek kami menjadi sayap, karena itu sudah terbiasa dengan latihan kami. Tapi, tadi free kick itu yang membuyarkan harapan kita. Kalau memang tidak ada free kick mungkin itu lain cerita,” jelas Widodo.

Bek Persita Rio Ramandika mengakui bahwa gol dari free kick PSPS Riau merusak konsentrasi tim. Melihat permainan rekan-rekannya, Rio mengapresiasi sudah maksimal.

“Permainan tadi sebenarnya cukup bagus. Persita juga bisa mengadakan serangan balik ke pertahanan lawan. Cuma namanya sepak bola kalau permainan buntu, ya salah satu jalannya free kick,” kata Rio. (rbs/nda/ira)