Hadir di Konser Iwan Fals, Panglima TNI Sampaikan Sembilan Hal

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

SERANG – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo hadir di tengah-tengah konser Iwan Fals di lapangan Grup I Kopassus, Kota Serang, Minggu (30/10) sore. Tour Silaturahmi BPP Oi “JAGA BUMI” itu disaksikan seribuan penggemar Iwan Fals dan anggota Kopassus.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan beberapa hal terkait peran TNI di lingkungan masyarakat.

” Terima kasih atas waktunya. Dalam kesempatan ini, saya sampaikan kepada anak didik saya bahwa kita harus memegang teguh persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Panglima.

Kemudian ia melanjutkan dengan menyebutkan sembilan poin pesan.

Pertama, TNI selalu memegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan selalu membela ideologi dan bangsa Indonesia.

Kedua, Presiden sebagai panglima tertinggi TNI telah memberikan amanat, pada HUT ke-70 TNI pada 5 Oktober 2015, agar TNI meneguhkan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.

Ketiga, Presiden sebagai panglima TNI telah memerintahkan TNI menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia.

Keempat, sebagai tentara nasional, TNI tak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama dan golongan. TNI adalah satu, yakni tentara nasional yang bisa berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, yang mempersatukan ras, suku, dan agama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Kelima, Presiden memerintahkan agar TNI terus menjaga ke-Bhineka Tunggal Ika-an. Karena hanya dengan itu bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid.

Keenam, Panglima tertinggi TNI juga menekankan bahwa TNI harus berada dalam garda terdepan dalam mengelola dan menjaga Bhineka Tunggal Ika.

Ketujuh, untuk itu sebagai alat negara TNI tak akan mentolelir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan).

Kedelapan, TNI akan menjadi garda terdepan untuk setiap kekuatan yang ingin menganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Kesembilan, anak-anak ku prajurit TNI di mana pun bertugas, tegakkan kesatuan komando dan jangan ragu bertindak untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Para panglima dan komandan titip prajuritmu. Mereka adalah anak-anak ku. Pimpin mereka dengan segenap hati dan pikiranmu. (Ade F)