Hadiri Wisuda UIN SMH Banten, Wapres: Sarjana Harus Lakukan Perubahan

CILEGON – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menaruh harapan besar terhadap Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Banten, menangkal radikalisme, dan pengembangan ekonomi umat.

Harapan itu terungkap saat Wapres memberikan orasi ilmiah pada wisuda sarjana XXVII dan pascasarjana XIII UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (14/12),  di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon. Orasi ilmiahnya bertema ‘Arus Baru Ekonomi di Indonesia Perspektif Syariah’.

Kepada wisudawan, Wapres mengucapkan selamat. Menurutnya, mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya termasuk kelompok elite dalam struktur masyarakat.  Sebab, yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi masih terbatas. Dari 126,57 juta yang bekerja berdasarkan data angkatan kerja Agustus 2019, hanya 12,27 juta atau hanya 9,7 persen yang lulusan universitas.

“Sebagai insan cendekia yang menikmati pendidikan tinggi, agar menjadi agen perubahan dan berkontribusi bagi pembangunan. Pastinya Anda harus melakukan perubahan dan inovasi,” ungkap Ma’ruf Amin.

Hadir pada wisuda itu Gubernur Banten Wahidin Halim, pemimpin perguruan tinggi, alim ulama, dan tokoh masyarakat.

Ma’ruf juga mengharapkan perguruan tinggi menjalankan peran sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai katalisator di masyarakat diharapkan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kapasitas ekonomi umat dengan tujuan membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Persoalan mendasar yang saat ini kita hadapi kualitas SDM. Pemerintah telah menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas pertama. SDM yang sehat, memiliki produktivitas tinggi, produktivitas dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki semangat untuk berkompetisi,” ungkapnya.

Kampus sebagai lembaga pendidikan tentu berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Oleh karena itu, saya mengharapkan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi aktor utama pengembangan SDM di Banten. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan yang lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain sebagai katalisator yang mendorong perubahan dan pengembangan SDM unggul, kampus  juga berperan sebagai stabilisator. Stabilisator ini sangat penting terutama dalam menangkal penyebarluasan paham radikalisme. Upaya menangkal radikalisme sangat penting karena radikalisme merupakan akar permasalahan utama yang mengancam kehidupan.

“Kampus yang menjalankan misi pendidikan Islam sangat penting dalam upaya menangkal radikalisme.  Kampus harus lebih banyak menyampaikan pesan tentang Islam yang sesungguhnya. Islam wasathiyah. Islam merupakan agama yang cinta damai,” ungkapnya.

Dalam pengembangan ekonomi, Ma’ruf menyatakan, perguruan tinggi harus mampu menghilangkan kemiskinan. Arus baru Indonesia, lanjut dia, mengembangkan ekonomi syariah untuk menjaga umat supaya tidak bermuamalah dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan syariah.

“Bersama Presiden, saya akan memimpin langsung upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang akan datang dan perluasan industri halal. Bukan di dalam negeri saja, tapi sampai ke luar negeri,” ungkapnya. 

Sementara, Rektor UIN SMH Banten Prof Dr Fauzul Iman mengucapkan terima kasih dan salut atas komitmen Wapres yang ingin  menghadiri wisuda UIN, termasuk menyampaikan orasi ilmiah. “Abah Ma’ruf adalah pelopor ekonomi syariah,” ungkap Fauzul.

Kata Fauzul, yang  diwisuda 930 orang yang terdiri atas 840 sarjana dan 90 magister. Mengenai pengembangan ekonomi syariah, Fauzul menyambut baik, mengingat di UIN SMH Banten terdapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang memiliki unit bisnis yang telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait.

Pada saat memberikan sambutan, Gubernur Wahidin Halim mengaku akan membantu pembangunan UIN SMH Banten agar lebih maju dan berkembang. “Kita siap membantu UIN, nanti saya anggarkan. Yang penting kirim proposalnya. Saya siapkan 2.000 beasiswa untuk mahasiswa. Untirta juga kita bantu Rp100 miliar. Anggaran kita mencapai Rp13,7 triliun nomor lima se-Indonesia. Jadi kalau bantu UIN setengah triliun rupiah masih sanggup. Insya Allah,” tegasnya. (aas/alt/ira)