Halaman SDN Pamindangan Terendam Air, Siswa Sekolah tanpa Alas Kaki

0
1.128 views
NYEKER: Salah satu siswa SDN Pamindangan mengikuti kegiatan belajar-mengajar tanpa alas kaki alias nyeker di Kelurahan Unyur.

SERANG – Hujan yang terus turun sejak kemarin (14/2) subuh membuat halaman SDN Pamindangan, Kota Serang, tertutup air setinggi mata kaki. Sejumlah siswa berinisiatif menggunakan sandal ke sekolah yang berada di Jalan Raya Banten Nomor 212, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang ini.

Kepala SDN Pamindangan Mochamad Budi Dermawan mengaku, genangan air ini sudah lama terjadi. Beberapa upaya pernah dilakukan pihak sekolah agar halaman mereka tak kebanjiran. Mulai dari menguruk, menambahkan batu bata, hingga membuat sumur serapan di halaman sekolah. Namun, setiap hujan lebat datang, banjir pun lagi-lagi menyambangi sekolah yang mempunyai 236 siswa ini. “Sudah biasa tergenang,” tutur Budi saat ditemui di SDN Pamindangan, Selasa (14/2).

Akibat halaman yang terendam air berwarna cokelat itu, pihak sekolah menyarankan para siswa untuk menggunakan sandal saja karena khawatir sepatu mereka basah. Namun, walaupun halaman banjir, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. “Tidak diliburkan. Walaupun pakai sandal, tidak masalah,” lirih pria yang baru sepuluh bulan menjadi Kepala SDN Pamindangan ini.

Berdasarkan pantauan Radar Banten, walaupun halaman tergenang air, tapi tidak ada ruang kelas yang kebanjiran. Hanya saja, lantai menjadi kotor dan licin. Padahal, kondisi bangunan di sekolah tersebut cukup bagus, misalnya saja sebagian dindingnya menggunakan keramik.

Namun, Budi mengatakan, apabila hujan deras terus turun dalam jangka waktu yang lama, maka tidak mungkin tiga ruang kelas yakni kelas IV, kelas V, dan kelas VI juga tergenang air karena posisi ruangan rendah dibandingkan ruangan lainnya.

Ia menilai, penyebab utama banjir di sekolah tersebut yakni saluran drainase yang tak berfungsi akibat tertutup. Selain itu, kondisi jalan juga jauh lebih tinggi dibandingkan bangunan sekolah.

Kata dia, kepala sekolah yang terdahulu sudah pernah mengajukan perbaikan. “Saya dan sejumlah warga pernah berinisiatif membuat saluran pembuangan ke Kali Banten. Tapi jaraknya lumayan jauh, sekira 500 meter sampai satu kilometer. Kalau sumber permasalahnnya diperbaiki tentu tidak akan banjir lagi,” tuturnya.

Budi mengungkapkan, kemarin, Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Kecamatan Serang Dewi Cahyaningrat juga sudah meninjau sekolahnya. “Alhamdulillah, tadi sudah dilihat dan difoto oleh Bu UPT,” ujarnya.

Ia berharap, saluran drainase yang ada di sekitar sekolah dapat diperbaiki agar para siswa dapat belajar dengan nyaman. Selama ini, apabila halaman banjir, pihak sekolah membuka pintu samping dan menjadikan papan sebagai “jembatan” bagi para siswa untuk masuk ke kelas.

Aulia, salah seorang siswa kelas IV SDN Pamindangan mengaku sekolahnya kerap kebanjiran. “Sedih kalau lagi banjir, di kelas jadi bau,” ujarnya tersenyum diikuti tertawaan dari teman-temannya.

Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Serang Dewi Cahyaningrat mengaku sudah mengecek SDN Pamindangan. “Kami cepat tanggap begitu mendapatkan laporan. Dan kami sudah sampaikan ke dinas,” tuturnya.

Ia berharap, sumber permasalahan genangan air lantaran tidak adanya saluran pembuangan air itu dapat segera diatasi. Dengan begitu, para siswa dapat bersekolah dengan nyaman. (Rostina/Radar Banten)

Dua siswi SD Negeri Pamindangan berjalan di halaman sekolah yang tergenang air di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (14/2). Meskipun air tidak masuk ke dalam kelas, banyak siswa dan siswi belajar menggunakan sandal dan tanpa alas kaki.