SERANG – Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Serang
(HAMAS) demo untuk mendesak revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan
Anak, di Bunderan Ciceri, Kota Serang, Jumat (9/5/2014). Desakan ini untuk
menyikapi banyaknya kasus kekerasan dan pelecahan seksual yang dialami
anak-anak.

“Rentannya anak-anak dari aksi kekerasan, harus menjadi
perhatian pemerintah, dengan penegakan hukum yang kuat,” ungkap Adi, salah
seorang demonstran..

Adi menungkapkan bahwa UU Perlindungan Anak menyebutkan
bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari perlakuan diskriminasi,
eksploitasi seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan dan penganiayaan,
ketidakadilan dan pelakuan salah lainnya. “Jelas sudah bahwa Indonesia
mempunyai UU Perlindungan Anak, namun banyaknya kasus tindak kekerasan dan
pelecehan seksual pada anak mengindikasikan bahwa UU tersebut seolah tidak
mampu melindungi anak,” tuturnya.

Mereke mendesak agar UU Perlindungan anak direvisi, menghukum
seberat mungkin para pelaku eksploitasi, kekerasan, pelecehan dan diskriminasi
terhadap anak, serta mendesak pemerintah tanggap untuk menangani kasus-kasus
pelanggaran terhadap hak-hak anak. (FAUZAN)