Eli Mulyadi

SERANG – DPD Partai Hanura Provinsi Banten kubu Eli Mulyadi hari ini melakukan rapat di kantor DPD Hanura Banten yang berada di jalan Syeh Nawawi, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (5/2). Hasilnya, kubu tersebut menolak damai selama proses perdamaian ditingkat pusat belum selesai.

“Perdamaian yang dilakukan oleh partai Hanura dalam hal ini yang digagas oleh pak Wiranto dilakukan di tingkat pusat. Jadi seandainya perdamaian sudah disepakati ditingkat pusat, otomatis itu dilakukan ke tingkat daerah dan cabang. Jadi kami tadi sependapat bahwa proses perdamaian tidak bisa dilakukan di tingkat daerah tetapi harus dilakukan ditingkat pusat,” ujar Eli kepada sejumlah awak media setelah rapat.

“Tawarn itu kita hargai, tapi bukan seperti informasi yang saya dengar seolah-olah pak Eli sudah menyerah, Banten sudah rekonsiliasi. Itu proses komunikasi. Hanura Banten menunggu rekonsiliasi pusat,” tambahnya.

Penolakan upaya rekonsiliasi pun disepakati karena menurut Eli pihaknya sedang menunggu proses hukum erkait gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas dualisme tersebut.

“Apapun hasilnya, itu lain. Yang penting kami sepakat proses perdamaian ditingkat pusat,” ujarnya.

Meski menolak damai, Eli mengaku pihaknya sepakat untuk mempersilahkan kubu Subadri untuk tetap melakukan kegiatan organisasi. Itu dilakukan untuk menjaga eksistensi Partai Hanura di Banten. “Jadi sama-sama bekerja politik untuk Hanura. jadi kami akan tetap eksis,” katanya.

Sementara itu, sebagai kader Partai Hanura, Rano Alfath berharap dualisme yang terjadi tidak membuat semangat kader-kader Partai Hanura menurun. Menurutnya, pengabdian kepada partai dan masyarakat harus tetap berjalan.

“Apalagi kita akan menghadapi Pemilu tahun depan,” kata Rano. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)