Hanya Empat Jam Teraliri Listrik, Warga Pulau Tunda Gelap-gelapan

0
153
Ilustrasi

TIRTAYASA – Ketersediaan listrik di Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa, minim. Selama ini warga hanya memanfaatkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang bertahan empat jam untuk menerangi rumah-rumah warga di pulau itu. Kondisi itu memaksa warga Pulau Tunda setiap malam rela berteman dengan kegelapan.

Sudirman, salah seorang pegiat masyarakat Pulau Tunda, mengaku kerap menerima keluhan dari warga Pulau Tunda. Soalnya, penerangan untuk 400 rumah warga di Pulau Tunda masih menggunakan PLTD. Sementara, PLTD tidak dapat memenuhi kebutuhan listrik selama 24 jam. “PLTD hanya bertahan empat jam. Dari jam enam sore sampai jam sepuluh malam. Lewat jam itu, ya gelap,” keluh Sudirman melalui sambungan telepon seluler, Jumat (6/10).

Diungkapkan Sudirman, di Pulau Tunda untuk penerangan selain memanfaatkan sistem PLTD, terkadang memanfaatkan sistem tenaga surya untuk mendapatkan pasokan listrik. Namun, sistem tenaga surya juga tidak bisa bertahan lama. “Kalau musim panas saja pakai tenaga surya,” ujarnya.

Menurut Sudirman, ketersediaan listrik di Pulau Tunda menjadi kebutuhan pokok warga. Terlebih, sudah banyak warga pulau yang menggunakan peralatan yang membutuhkan listrik. “Kebutuhan listrik kita tinggi, sementara sekarang terbatas ketersediaan listriknya,” terangnya.

Kata Sudirman, ketersediaan listrik di Pulau Tunda juga semakin mendesak, mengingat pulau dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Serang. Lantaran itu, Sudirman menilai, pelayanan di Pulau Tunda kepada wisatawan belum maksimal karena keterbatasan pasokan listrik. “Bagaimana mau memberikan pelayanan maksimal, listriknya saja terbatas?” tukasnya. “Saya harap dapat dicarikan solusi agar kebutuhan listrik di wilayah kami terpenuhi,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Plt Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana menilai, penyediaan listrik di Pulau Tunda sulit diakses menggunakan kabel karena lokasinya terpisah dari daratan. “Kalau untuk mencukupi listrik di luar daratan, kita belum menemukan bagaimana teknisnya,” terang Asda I itu.

Agus berjanji untuk mencari solusi agar kebutuhan listrik di Pulau Tunda terpenuhi. Entah itu menggunakan tenaga surya atau pun gelombang laut. “Kita selalu upayakan dengan PLN. Genset (PLTD-red) itu juga kan dari PLN,” tandasnya. (Rozak/RBG)