Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Arriadna (kiri) bersama pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Cilegon,

CILEGON – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna mengajak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bersama-sama berjuang untuk meningkatkan umur harapan hidup warga Kota Cilegon. Kata dia saat ini umur harapan hidup warga Cilegon lebih pendek 10 tahun dibandingkan warga Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Artinya warga Yogya lebih sehat dari warga Cilegon. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, umur harapan hidup warga Cilegon rata-ratanya hanya mencapai 68 tahun. Sedangkan kalau di Jogja sana itu di angka 78 tahun,” ujar Arriadna saat menghadiri rapat kerja Cabang IBI Cilegon, Jumat (12/1).

Ia menjelaskan, peran IBI untuk meningkatkan umur hidup itu dapat dengan berupaya mencegah terjadinya kematian ibu dan anak pada saat persalinan. “Pembangunan bidang kesehatan, indikatornya bagaimana meningkatkan dari indikator pembangunan manusianya. Indeks pembangunan manusia itu sangat tergantung dari penurunan angka kematian ibu dan anak,” katanya.

Untuk menekan angka kesakitan, Arriadna berharap warga Cilegon memiliki jaminan kesehatan. “Kita harus bisa mencapai umur harapan hidup yang tertinggi. Selain IPM, pelayanan kebidanan harus sesuai standar. Pemerintah itu sangat tergantung dengan bidan. Bukan hanya bidan yang ada di puskesmas tapi juga yang ada di praktik mandiri,” tuturnya.

Arriadna mengungkapkan, penyebabkan kematian ibu dan anak saat persalinan banyak terjadi lantaran bidan yang tidak sigap. Terlambat melakukan penangangan, terlambat mengenali tanda bahaya, dan terlambat melakukan rujukan (3T). “Setelah kami analisa kenapa ibu hamil itu banyak yang mendapatkan masalahan saat persalinan ternyata karena gizi. Gizi ibu hamil berhubungan dengan bayi,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)