Harapan Meraih 20 Emas di PON XX

SERANG – Setidaknya 20 medali emas itulah yang baru bisa digambarkan oleh KONI Banten untuk meraih target peringkat kesepuluh di PON XX 2020. Butuh strategi jitu. Beberapa cabang olahraga andalan di Banten masuk zona Pulau Jawa. Ditambah empat cabor unggulan Banten lainnya, kemungkinan tidak dipertandingkan di PON Papua.

Seperti diakui Wakil Ketua Umum II KONI Banten Drs H Engkos Kosasih, Senin (7/1), target yang dibebankan oleh Pemprov Banten itu cukup berat diraih. Empat cabor unggulan Banten yang ditolak oleh panitia PON XX 2020 untuk dipertandingkan itu, panjat tebing, drum band, arung jeram, dan berkuda. Padahal, atlet arung jeram Banten meraih medali emas di Asian Games 2018. Pun demikian dengan raihan atlet drum band, panjat tebing , dan berkuda di PON XIX 2016 lalu.

“Di PON XIX Jabar, kita peringkat ke-13. Kelihatannya cuma
menaikkan sedikit, tapi berat,” ungkap Engkos. Peringkat ke-13 PON XIX diraih
Banten dengan perolehan 11 medali emas.

Nah, untuk
bisa duduk di peringkat kesepuluh pada PON Papua, KONI Banten sangat berharap
bisa mencuri medali emas dari cabor lain yang kemungkinan tidak diunggulkan
oleh lima provinsi unggulan di tingkat nasional. Yakni, DKI Jakarta, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Kelima provinsi ini,
sebut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Banten Henky Breemer, merupakan
raksasa olahraga di Indonesia. Kelimanya selalu masuk lima besar setiap PON
digelar.

Strategi
mencuri medali emas dari cabor yang tidak diunggulkan oleh kelima provinsi itu,
diakui Henky, juga bakal menjadi strategi provinsi lain. “Sekarang semua provinsi adu strategi untuk
curi emas di cabor yang tidak diunggulkan oleh kelima raksasa itu. Tuan rumah
pun (Papua-red) bisa masuk sebagai raksasa (di PON XX-red),” ungkapnya di KONI
Banten, kemarin.

Namun,
Henky tetap yakin, atlet-atlet Banten terutama cabor unggulan bisa diandalkan
meraih medali emas. Meskipun, Banten untuk beberapa cabor masuk zona Pulau
Jawa. Kebijakan ini merupakan kewenangan setiap pengurus besar cabang olahraga.

“PB (pengurus besar) juga kadang kurang
jeli. Basket kita enggak jelek, tapi karena masuk zona Jawa, jadi
keliatan..waduh…,” ucap Henky mencontohkan.

Cabor yang
diharap bisa mendulang medali emas sebagai pengganti panjat tebing, drum
band
, arung jeram, dan berkuda yang kemungkinan tidak dipertandingkan,
sebut Henky, adalah woodball, petanque, ski air, dayung, paralayang, dan
terbang layang. “Mudah-mudahan bisa lebih dari satu emas,” harapnya.

Henky
memang belum bisa memprediksi jumlah medali emas yang harus diraih atlet Banten
agar bisa menduduki posisi kesepuluh PON XX. KONI Banten belum menggelar rapat
koordinasi dengan pengprov-pengprov tentang target. Terlebih, setiap PON
digelar, penentuan peringkat berdasarkan raihan medali emas selalu berbeda.

Bisa saja, dengan sepuluh medali emas seperti hasil PON XIX, Banten bisa di peringkat kesepuluh PON XX. “Misalnya, total emas ada 600. Taruhlah yang 500 sudah diambil kelima raksasa. Nah, sisanya kan direbut provinsi lain. Sekarang harapan kita 20 emas. Dengan itu, kita berharap masuk peringkat kesepuluh,” ujar Henky.

Banten
saat ini memiliki 98 atlet unggulan. Calon-calon peraih medali emas ini sedang
menjalani program pelatda jangka panjang (PJP). Jumlah atlet PJP ini bertambah
36 orang sejak program PJP dibuka KONI Banten pada 2017.

KONI
mematok tinggi untuk atlet yang bisa masuk PJP. Harus juara turnamen tingkat
nasional atau event yang selevel kejuaraan nasional. Atlet PJP ini
benar-benar diharapkan bisa membawa nama daerah di tingkat nasional. “Makanya,
kita betul-betul selektif dalam PJP karena ini modal PON,” tandas Henky.

Sayangnya,
KONI Banten saat ini berencana mengeluarkan sepuluh lebih atlet PJP. Prestasi
atlet-atlet ini dianggap tidak meningkat setelah menjalani program PJP.
Demikian pula dengan pelatih PJP, akan ada tiga orang yang dikeluarkan.

“Ada sepuluh lebih (atlet-red) yang akan kita rekomendasikan degradasi, tapi ada tiga atlet yang juga kita promosikan (masuk program PJP-red). Tiga pelatih juga akan kita rekomendasikan degradasi. Tapi, sebelumnya akan kita verifikasi dulu,” jelas Henky. Pelatih PJP dayung Ahmad Yaman tidak bisa dikonfirmasi soal strateginya menghadapi PON XX nanti. Ia tidak menjawab panggilan telepon seluler dari Radar Banten, tadi malam. Ahris, pelatih woodball juga demikian. (don/RBG)