Harga Cabai di Tangerang Tak Terkendali

0
137 views
ilustrasi pedagang pasar
ilustrasi pedagang pasar

TANGERANG – Sepekan menjelang Idul Adha, harga cabai makin tak terkendali. Di pasaran, kini harga cabai mencapai Rp90 ribu per kilogram. Bahkan di sejumlah pedagang harganya tembus Rp100 ribu per kilogram. Itu dijumpai di Pasar Malabar, Perumnas I Tangerang dan Pasar Anyar, Kota Tangerang.

Pantauan Radar Banten, Selasa (6/8) jajaran Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang melakukan sidak harga di dua pasar tersebut. Hasilnya, harga berbagai jenis cabai yang sudah tinggi, kini semakin tinggi. Dalam kegiatan itu, Dinas Ketahanan Pangan didampingi tim dari Bulog Sub Drive Tangerang, Badan Pusat Statistik (BPS), Polres Metro Tangerang Kota, dan Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Tanah Tinggi.

Kasi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Endang Sri Sumaryati mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan harga sejak Juni hingga Agustus. Kata dia, terdapat beberapa komoditi pangan yang mengalami kenaikan yang signifikan.

“Cabai rawit merah pada Juni, harganya Rp30 ribu per kilogram. Sekarang sudah tembus Rp90 ribu. Cabai rawit hijau Rp75 ribu. Lalu, cabai merah keriting Rp80 ribu, cabai merah biasa Rp70 ribu,” katanya kepada Radar Banten usai melakukan pemantauan harga di Pasar Malabar, Selasa (8/6).

Kata Endang, pemantauan harga dilakukan pada 11 komoditi strategis seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabai merah, bawang merah, bawang putih, kacang tanah, gula pasir lokal, minyak goreng curah, dan tepung terigu. Endang menyebutkan, kewenangan Dinas Ketahanan Pangan hanya sebatas memastikan kenaikan harga masih di batas normal dan ketersediaan pangan aman.

”Kalau harga naik tinggi kami berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) atau Bulog agar dilakukan operasi pasar,” pungkasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abduh Rurahman mengungkapkan, selain melakukan pemeriksaan harga dan ketersediaan pangan, ia juga memeriksa kandungan bahan berbahaya pada beberapa komoditi pangan. (one/asp/sub)