CILEGON – Harga cabai rawit merah di Kota Cilegon semakin menguras kantong. Bagaimana tidak, tanaman yang rasanya pedas ini harganya kembali mengalami kenaikan sebesar Rp 8 ribu dalam setiap kilogramnya.

Kasubag Tata Usaha UPTD Pasar Baru Kota Cilegon, Aceng Syarifudin mengatakan berdasarkan informasi yang ia himpun cuaca alam yang eksrem seperti hujan besar dan angin kencang menjadi penyebab mahalnya cabai merah. Belum lagi jika ada banjir, pendistribusiannya pun mengalami kendala dan dapat berpengaruh pada harga.

“Kemarin harga cabai rawit merah Rp 47 ribu rupiah perkilogramnya. Hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp 8 ribu dan menjadi Rp 55 ribu perkilogramnya,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruuang kerjanya, Kamis (15/2).

Ia mengungkapkan selain harga cabai rawit merah yang meningkat, ada pula beberapa bahan pokok lainnya yang ikut meningkat seperti telor ayam broiler dari harga Rp 23 ribu perkilogram naik menjadi Rp 24 ribu.

“Kemudian bawang putih naik tiga ribu, dari harga Rp 28 ribu menjadi Rp 31 ribu. Ini hasil dari survei kita kepada pedagang dan pembeli di Pasar Baru Cilegon atau pasar Krangot yang lebih masyarakat kenal,” ucapnya.

Namun kata dia, tidak semua bahan pokok yang harganya naik ada juga diantaranya yang menurun. “Cabai merah keriting dari Rp 45 ribu turun Rp 1000 rupiah menjadi Rp 44 ribu. Cabai rawit hijau dari Rp 35 ribu perkilogram menjadi Rp 34 ribu, dan bawang merah dari harga Rp 24 ribu turun Rp 1000 menjadi Rp 23 ribu perkilogram,” katanya.

Warga Kelurahan Karang Asem, Lilis mengaku terbebani dengan kenaikan cabai rawit merah itu. Pedagang sayuran ini mengaku bingung untuk memberi harga eceran cabai tersebut kepada para pembelinya di kampung.

“Kadang ada pembeli yang minta Rp 5 ribu atau Rp 3 ribu. Tidak dikasih pelanggan bisa kabur, tapi kalau dikasih sedikit mereka ngomel. Kita bisa tekor,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)