Harga Cabai Rawit Merah di Cilegon Tembus Rp.120 ribu Perkilogram

0
612 views

CILEGON – Harga cabai rawit merah yang dirasakan masyarakat di Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon kembali melonjak dan tembus diangka Rp. 120 ribu perkilogramnya. Namun berdasarkan data informasi harga kebutuhan pokok pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Kranggot tanggal 4 Januari 2017 kenaikan harga cabai rawit merah dari sebelumnya Rp. 100 ribu menjadi Rp. 108.

Sedangkan untuk harga cabai merah kriting hanya mengalami kenaikan Rp. 2 ribu dari harga sebelumnya Rp.Rp 50 ribu perkilogram. Cabai merah biasa masih stabil yaitu Rp 45 ribu perkilogram. Sedangkan untuk cabai rawit hijau tidak mengalami kenaikan yaitu Rp80 ribu perkilogramnya.

Kasubag Tata Usaha UPTD Pasar Baru Kranggot Muhibbin mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional dipicu karena kondisi cuaca yang tidak stabil disejumlah daerah pemasok cabai. “Kenaikan ini karena cuaca buruk, jadi banyak petani yang gagal panen. Sehingga harga cabai naik untuk sementara ini,” ujarnya, Rabu (4/1).

Menurut Muhibin, kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak sepekan yang lalu. Sebelumnya harga cabai rawit merah sudah tembus dipasaran di sekitaran harga Rp105 ribu hingga Rp108 ribu perkilogramnya.”Sudah hampir sepekan ini harga cabai cukup mahal,” katanya.

Sementara itu, seorang pedagang cabai Sarifudin mengaku selain harga cabai cukup mahal, pasokan cabai juga mengalami penurunan. Untuk mengantisipasi tingginya permintaan pembeli, dirinya sudah mempersiapkan pasokan lebih.”Kalau lagi harga murah paling 10 kilogram saya masoknya. Tapi karena sekarang lagi susah, saya pesanya lebih jadi sekitar 20 kilogram, kalau nggak begitu saya bisa gak jual cabai,” ungkapnya.

Menurut Sarifudin, naiknya harga cabai ini bukan hanya dikeluhkan oleh pedagang, tapi juga pembeli. Namun dirinya tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa memaklumi, terlebih cuaca dan pasokan cabai yang cukup sulit.”Pembeli juga banyak yang protes atas kenaikan harga ini. Tapi mau bagaimana lagi modal saya dari sananya juga sudah membengkak,” ucapnya. (Riko)