Harga Daging Ayam Melambung, Belasan Pedagang Gulung Tikar

Lapak daging ayam di Pasar Rangkasbitung dibiarkan kosong pemiliknya, Senin (30/7).

RANGKASBITUNG – Harga daging ayam yang tinggi mengakibatkan belasan pedagang di Pasar Rangkasbitung memilih tidak berjualan alias gulung tikar. Tingginya harga daging sejak beberapa minggu terakhir mengakibatkan omzet pedagang turun sehingga mereka mengalami kerugian.

Imron, pedagang daging ayam di Pasar Rangkasbitung, mengaku bahwa sudah lebih dari dua minggu harga daging ayam mencapai Rp40 ribu per kilogram. Kondisi tersebut mengakibatkan penjualan daging ayam di masyarakat mengalami penurunan yang signifikan. Biasanya, dua kuintal per hari, kini hanya terjual di bawah satu kuintal.

“Saya memilih untuk tidak berjualan karena kondisinya memang sedang sulit. Barang dagangan tidak terjual habis, jadi bikin kami rugi,” kata Imron kepada wartawan, kemarin.

Untuk itu, dia meminta pemerintah daerah agar segera mengatasi persoalan harga daging ayam di pasaran. Jika dibiarkan terus seperti ini, akan merugikan pedagang dan masyarakat. “Kenaikan harga daging ayam telah terjadi sejak Lebaran. Sampai sekarang harga daging tetap tinggi dan meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Dia mengungkap, para pedagang pecel ayam dan sate ayam mengurangi pemesanan daging kepada para pedagang di pasar. Biasanya, pedagang pecel ayam membeli daging 15 kilogram per hari, sekarang hanya sebanyak tujuh hingga delapan kilogram. Bahkan, pedagang sate ayam biasanya memesan daging delapan sampai sepuluh kilogram dan sekarang pesanannya turun 50 persen. “Semoga pemerintah dapat segera mengatasi persoalan harga daging ayam. Harapan kami, harga daging kembali turun menjadi Rp30 ribu,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Saepudin membenarkan, harga daging ayam masih tinggi. Namun, dia mengklaim tidak ada kenaikan harga daging ayam sejak pekan lalu.

“Ya, harganya masih tinggi seperti minggu kemarin,” terangnya.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam terjadi karena pasokan daging yang minim dari distributor. “Kita terus pantau harga berbagai komoditas di pasaran termasuk harga daging ayam yang masih tinggi,” katanya. (Mastur/RBG)