Harga Jauh Lebih Murah, Bazar Murah Ramadhan Disperdagin Diserbu Warga

0
1840

CILEGON – Satu paket sembako senilai Rp100 ribu dijual seharga Rp50 ribu. Tak ayal, paket sembako itu pun cepat ludes dibeli masyarakat.

Dalam satu paket terdapat minyak goreng sebanyak dua liter, gula satu kilogram, satu kilogram terigu, satu botol sirup, susu cair, teh celup, dan lima bungkus mie.

Paket sembako dengan harga 50 persen lebih murah itu dijual pada bazar murah ramadhan yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Cilegon.

Bazar itu digelar selama dua hari, pada Rabu (28/4) di eks gedung Matahari Lama dan Kamis (29/4) di Pasar Rakyat Cikerai. 800 paket sembako pun habis terjual.

Kepala Disperdagin Kota Cilegon Abadiah menjelaskan, bazar murah ramadhan itu digelar untuk meringankan beban kebutuhan masyarakat.

“Kita tahu saat ramadhan kebutuhan masyarakat meningkat, disisi lain, akibat pandemi Covid-19 ekonomi masyarakat terganggu, karena itu kami mencoba membantu meringankan melalui bazar ini,” ujar Abadiah di Pasar Cikerai, Kamis (29/4).

Selain itu, bazar murah pun dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Cilegon. Karena tingginya konsumsi masyarakat cenderung mendorong peningkatan harga.

Kendati antusias masyarakat sangat tinggi, Disperdagin Kota Cilegon membuat sistem tiketing untuk membatasi jumlah masyarakat yang masuk di area bazar murah.

“Agar tertib dan masyarakat tidak berdesakan,” ujar Abadiah.

Ia berharap kegiatan itu bisa bermanfaat bagi masyarakat. Abadiah juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung acara tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan Em Hermawati menjelaskan, 800 paket sembako dengan harga murah itu berasal dari bantuan sejumlah industri dan Bank BJB.

Menurut Ema, selain paket sembako seharga Rp 50 ribu, bazar murah ramadhan pun didukung oleh stand dari sejumlah ritel dan Industri Kecil Menengah (IKM).

“Delapan ritel yang kerjasama, Robinson, Alfamart, Indomaret, Hypermart, Giant, Superindo, Transmart, Alfamidi. Ada juga dari Toko Tani Indonesia Center, dan IKM,” ujar Ema.

Menurutnya, ritel, TTIC, dan IKM pun menjual barang-barang dengan harga yang lebih murah dari pada umumnya.

Masitoh, salah satu warga mengaku merasa terbantu dengan adanya bazar tersebut. Harga yang jauh lebih murah membuat Masitoh bahagia.

“Murah, jauh bedanya kalau sama di warung,” ujar Masitoh.

Ia pun menyampaikan terimakasih kepada pemerintah karena sudah membantu meringankan beban masyarakat. (Bayu Mulyana)