Harga Tinggi, Tak Laku, Puluhan Ayam Membusuk

Pedagang memisahkan ayam potong segar dan ayam potong yang busuk atau yang sudah tidak layak konsumsi, di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Jumat (22/6).

SERANG – Lantaran harga tinggi, para pedagang ayam di Pasar Induk Rau (PIR) merugi. Puluhan ayam mereka tak laku. Akibatnya, ayam-ayam itu membusuk.

Usup, salah seorang pedagang ayam di PIR mengaku, sepekan ini dagangannya sepi peminat. “Karena harganya tinggi,” ujar Usup

Ia mengaku, ada sekira 30 ekor ayam dagangannya yang membusuk lantaran tak laku terjual. Namun, ayam busuk itu tak dibuangnya, tetap dijual untuk pakan ternak seharga Rp10 ribu per ekor. Sedangkan harga ayam segar kini Rp45 ribu per ekor.

Lantaran banyak yang tak laku, ia mengaku merugi. Ia berharap ada tindakan dari pemerintah terkait tingginya harga ayam. “Kami berharap ada penurunan harga ayam, harga sembako, biar rumah tangga bisa beli lagi,” tuturnya.

Kata dia, karena harga tinggi, ia yang biasanya menjual 200 ekor per hari. Kini paling tinggi menjual sampai 100 ekor. “Seratus ekor itu sudah paling bagus,” ujar Usup.

Pedagang ayam lainnya, Gunawan, juga mengungkapkan hal yang sama. Puluhan ayam dagangan keponakannya terpaksa dibuang lantaran tak laku. “Harganya tinggi, jadi masyarakat enggak kebeli,” ungkapnya.

Kata dia, harga ayam saat ini sudah menurun Rp500 sampai Rp1.000 per ekor sejak Idul Fitri lalu. Harga ayam melambung tinggi sejak Ramadan sampai Idul Fitri. Saat ini, harga pasaran ayam mulai dari Rp40 ribu sampai Rp45 ribu per ekor. Padahal sebelum Ramadan, harganya sekira Rp32 ribu sampai Rp35 ribu per ekor.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi dan IKM (Diserdaginkop IKM) Kota Serang Akhmad Benbela mengklaim, harga ayam menurun dari Rp40 ribu menjadi Rp38 ribu. Bahkan ia mengaku, harga ayam tahun ini relatif stabil.

Kata dia, adanya kenaikan harga ayam itu dikarenakan ayam dari para peternak tidak mencukupi kebutuhan. Apalagi, kebutuhan saat Ramadan dan Idul Fitri meningkat. (Rostinah/RBG)