Hari Ini 34 Warga Banten Mulai Pulang dari Papua

Warga Banten di Bandara Sentani, Jayapura.

JAYAPURA – Sebanyak 34 warga Banten terdampak kerusuhan Wamena dan sekitarnya mulai dipulangkan ke Banten hari ini.

Mereka dipulangkan menggunakan pesawat terbang dari Bandara Sentani, Jayapura menuju Bandara Soekarno Hatta.

Pemulangan dilakukan dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan hari Minggu (6/10) dengan jadwal penerbangan pukul 07.42 WIT sebanyak 7 orang. Lalu penerbangan pada pukul 11.30 WIB. Sedangkan pemulangan gelombang kedua sebanyak 4 orang akan diterbangkan Senin (7/10) pada pukul 07.42 WIT.

Saat ini tujuh orang yang akan diberangkatkan sudah berada di Bandara Sentani sedang melakukan check in. Adapun warga yang diberangkat siang siang hari dan Senin sedang berada di posko Tim Kemanusiaan, Provinsi Banten di Sentani.

Ikut serta dalam penerbangan gelombang pertama pasa pagi hari ini Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana. Sedangkan penerbangan siang harinya dibimbing langsung Ketua Tim Kemanusian Pemprov Banten E Kusmayadi, Kepala Kesbangpol Ade Aryanto dan Kepala Dinas Kominfo Banten Komari.

Ketua Tim Kemanusian Pemprov Banten E Kusmayadi mengatakan, dari proses penyisiran selama tiga hari di Papua, ada 34 warga yang siap dipulangkan. Meraka terdiri dari 21 warga Kabupaten Serang, 11 warga Kota Serang, dan dua warga Lebak. “Semuanya sudah siap dipulangkan sebanyak 34 orang. Hari ini 28 orang dan Senin 6 orang,” katanya kepada Radar Banten di lokasi.

Setelah dipulangkan dari Banten, mereka akan diserahkan kepada Pemkab dan Pemkot masing-masing untuk penanganan lebih lanjut. “Kita masih lakukan penyisiran sampai Kamis mendatang,” ujarnya.

Senada dikatakan Kepala Dinas Sosial Banten Nurhana. Ia bersyukur bisa menjemput warganya dengan selamat. “Alhamdulillah gelombang pertama siap diberangkat pagi ini dan siang nanti. Juga gelombang dua besok pagi,” katanya di Bandara.

Warga Banten terdampak kerusuhan Taufik Rohman mengaku senang bisa dipulangkan dari Papua ke Banten. Apalagi setelah kerusuhan dirinya tidak lagi melakukan aktivitas usaha. “Mau dagang masih takut,” kata pedagang remote asal Ciruas, Kabupaten Serang ini.

Dia mengatakan, belum mau lagi kembali ke Papua. Sebab, masih khawatir akan terjadi kerusuhan lagi. Mewakili teman-temannya, Taufik menyampaikan terima kasih kepada Pemrov Banten sudah bisa dipulangkan dari Papua ke Banten. “Terima kasih sekali ke Pak Gubernur dan jajarannya dan petugas posko yang sudah memperhatikan kami sehingga bisa pulang,” cetusnya. (Ken Supriyono)