Hari Ini, Dista Pulang dari Natuna

0
13.976 views

Keluarga Jemput di Bandara dan Gelar Syukuran

CURUG – Hari ini, Dista Wahyu Prasetyo akan pulang ke rumah setelah menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Dista, ikut masa observasi setelah dievakuasi dari wilayah Wuhan, Hubei, China yang menjadi tempat wabah virus Corona.

Kabar tersebut dikatakan secara langsung oleh Siti Rahayu, ibu dari Dista. Rahayu mengatakan, Dista akan melakukan persiapan pulang sekira pukul 12.00 WIB dan akan mulai terbang dari Natuna sekira pukul 13.00 WIB dan mendarat di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. “Kemarin pagi dapat kabar dari Dista, kalau Sabtu sudah boleh pulang ke rumah. Alhamdulillah,” katanya kepada Radar Banten, Jumat (14/2).

Sebelumnya, Rahayu bilang, anaknya tersebut diperkirakan akan pulang ke rumah Senin (17/2). Tetapi, perkiraannya meleset dan kepulangan Dista justru lebih cepat. Hal tersebut, membuat ia dan suami bersyukur karena akan segera berkumpul lagi di rumahnya di Kampung Blok Sawo, RT 001 RW 06, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Di Natuna, Dista menjalani masa observasi setelah dievakuasi dari Wuhan pada 2-15 Februari 2020.

Diketahui, Dista berada di Wuhan sedang mengikuti program beasiswa pertukaran pelajar di salah satu universitas di sana (Wuhan-red). Program tersebut, diikuti Dista selama setahun diperkirakan dari Juli 2019 hingga Juli 2020 nanti. Tetapi, akibat adanya virus Corona program tersebut dipercepat hanya enam bulan. Setelah kembali ke rumah, Dista rencananya akan menuntaskan skripsi di tempat kuliahnya di Universitas Mercu Buana, Jakarta. “Kan sekarang udah semester delapan, katanya harus diselesaikan. Selama di Natuna juga katanya sambil nyusun skripsinya,” beber Rahayu.

Rencananya, Rahayu beserta suaminya akan menyambut kedatangan Dista di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Hanya berdua, tanpa didampingi pihak pemerintah daerah setempat mulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten. Meski begitu, Rahayu tidak menyoalkan hal tersebut. “Dista cerita kalau temannya ada yang dijemput sama rombongan camat dan dikawal polisi. Dista juga sempat nanyain yang ikut jemput siapa saja. Ya cuma berdua. Enggak masalah, terpenting anak lanangku pulang dalam keadaan sehat. Sesampainya di rumah, nanti ada syukuran ala kadarnya makan-makan sama tetangga,” ungkap Rahayu.

Ibu satu anak itu juga menuturkan, setelah pulang nanti Dista dimungkinkan tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas lantaran kesehatan sudah dipastikan oleh dokter-dokter yang ikut menjalani masa observasi di Natuna. Tetapi, jika memang diminta untuk tetap memeriksa kesehatannya lagi ke puskesmas, ia pun tidak melarang. “Dari kementerian sebenarnya sudah dinyatakan sehat, makannya bisa pulang. Alhamdulillah, dari awal diobservasi sampai pulang ke rumah kondisi Dista sehat-sehat,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menuturkan, kepulangan WNI dari Natuna akan dijemput oleh keluarganya masing-masing. Sampai berita ini diterbitkan, pihaknya tidak dapat intruksi atau perintah untuk ikut serta mendampingi penjemputan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. “Belum ada perintah atau intruksi dari pusat soal skenario penjemputan. Tetapi kalau ada, akan kita lakukan,” singkatnya. (Wivy)