Hari Ini, Iman Ariyadi Hadapi Dakwaan

SERANG – Walikota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Serang, hari ini (Kamis, 8/2). Iman akan diadili bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon nonaktif Ahmad Dita Prawira dan politikus Partai Golkar Kota Cilegon, Hendri.

“Ya enggak ada (persiapan khusus-red). Besok (hari ini-red) kan sidang dakwaan dari jaksa, lalu dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi di persidangan,” kata Iman Ariyadi kepada Radar Banten saat ditemui di Rutan Klas II B Serang, Rabu (7/2), mengenai persidangan terhadap dirinya yang akan digelar hari ini.

Meski menghadapi dakwaan, Iman yang terjerat kasus dugaan suap izin amdal pembangunan Mal Transmart di Kota Cilegon itu enggan berkomentar mengenai kasus yang menjeratnya. “Baiknya sih nanti menurut saya media bisa melihat fakta di persidangan. Nanti fakta persidangan kan diuji di persidangan. Nanti kan hakim bisa menilai,” ungkap Iman lagi.

Terkait dasar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkannya sebagai tersangka kurang dari 24 jam, Iman juga enggan berkomentar. “Kalau perdebatan dasarnya apa, di persidangan nanti. Bagaimana versi saya, versi jaksa KPK, nanti didalami di persidangan ini,” kata Iman.

Iman mengaku sejauh ini telah bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung. Meskipun, dia menilai kasus yang menjeratnya masih sumir. “Apa sih masalahnya, kalau saya bilang agak sumir,” ucap Iman.

Iman menegaskan apa yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat Kota Cilegon. Misalkan, pembangunan Alun-alun Kota Cilegon. Pembangunan Alun-alun Kota Cilegon itu bermula dari kesepakatan antara PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dan PT KS. “Proses izin Transamart itu kan dari proses Pemkot beli lahan milik KS (Krakatau Steel-red). Waktu itu kita kan bersepakat dengan KIEC ( Krakatau Industrial Estate Cilegon-red) dan KS, kalau Transmart itu masyarakatnya berbayar (masuk wahana bermain-red). Kita buat Alun-alun yang tidak kalah, tetapi masyarakat bisa menikmati secara gratis. Itu tujuan saya,” beber Iman.

Secara kebetulan, jelas Iman, Cilegon United (CU) membutuhkan dana untuk keberangkatan menuju Sleman, Jogjakarta. “Prosesnya itu, nah secara kebetulan CU butuh dana untuk berangkat ke Sleman, kita minta KIEC jadi sponsorship. Langsung masuk ke rekening CU, enggak ada kaitannya,” kata Iman.

Terlepas hal itu, Iman mengaku telah memasrahkan yang terbaik bagi dirinya kepada Tuhan. “Kalau saya sih sepenuhnya pasrah sama Allah, seperti apa yang diberikan terbaik buat saya,” ucap Iman.

Dia berharap masyarakat Cilegon terus memberikan dukungan terhadap pembangunan di Kota Cilegon. Dia percaya Edi Ariadi yang ditunjuk sebagai Plt Walikota dapat melaksanakan pembangunan dengan baik. “Saya tentu mohon doa kepada seluruh masyarakat, memang saya lakukan ini demi pembangunan Cilegon. Masyarakat bisa menilai ada hal-hal banyak yang sudah kita perbuat untuk Cilegon,” ucap Iman.

Seperti diketahui, Iman didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Sidang pembacaan dakwaan hari ini, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Serang Sumantono telah menunjuk majelis hakim yang akan mengadili perkara kasus dugaan suap ini. “Majelis hakim yang ditunjuk sama dengan tiga terdakwa sebelumnya. Pak Efiyanto, Bu Emy, dan Pak Paris Nadeak,” ungkap Panitera Muda (Panmud) Tipikor Serang Nur Fuad. (Merwanda/RBG)