Hari Ini, Pemberian Vaksin Difteri Serentak

Siapkan 3 Juta Vaksin

0
126

SERANG – Mengantisipasi wabah difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyiapkan 3.050.000 vaksin. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berusia 1-19 tahun tanpa terkecuali meskipun sudah pernah divaksin.

Diketahui, dalam tiga bulan terakhir wabah difteri menyerang wilayah Banten. Kasus tersebut ditemukan di Kabupaten Tangerang 25 kasus, Kabupaten Serang 12 kasus, Kota Tangerang delapan kasus, Kabupaten Pandeglang tujuh kasus, Kota Serang 8 kasus, Kota Tangerang Selatan empat kasus, Kabupaten Lebak tiga kasus, dan Kota Cilegon satu kasus.

Sementara untuk kasus yang meninggal di Kabupaten Tangerang empat orang, Kabupaten Serang dua orang, Lebak satu orang, dan Kota Serang satu orang.

Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten drg Rostina mengatakan, vaksin difteri diberikan hari ini secara serentak di kabupaten kota di Banten. Pada putaran pertama Dinkes menyiapkan 3.050.000 vaksin yang berasal dari Kementerian Kesehatan. Jumlah tersebut akan bertambah karena akan dilakukan vaksin selama tiga putaran. Ia mengimbau kepada warga untuk mendatangi puskesmas, posyandu, dan rumah sakit untuk pemberian vaksin difteri.

“Itu baru satu putaran. Nanti putaran kedua sekitar sebulan lagi. Putaran ketiga enam bulan kemudian,” terangnya.

Perempuan yang akrab disapa Una ini mengatakan, kendati pelaksanaan pemberian vaksin serentak dilakukan, untuk target harian berbeda-beda. Hal itu berdasarkan dengan perencanaan mikro masing-masing pusat kesehatan masyarakat (PKM) di masing-masing daerah. “Target harian berbeda-beda. Tiap-tiap PKM,” katanya.

Una menegaskan bahwa pemberian vaksin difteri tidak dipungut biaya alias gratis. Ia juga menjelaskan bahwa ada dampak pemberian vaksin bagi anak balita yaitu demam. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya menganjurkan kepada petugas untuk memberikan obat penurun panas badan.

Mengenai peningkatan status kejadian luar biasa (KLB) di tingkat provinsi, Una mengatakan, gubernur sudah memerintahkan kepala dinkes untuk membuat surat keputusan KLB tingkat provinsi. “Pak Gubernur sudah memerintahkan Pak Kadis untuk status KLB tingkat provisni,” katanya. Sampai Jumat (8/12) baru Kabupaten Tangerang yang berstatus KLB difteri. Sementara Kabupaten Serang tinggal ditandatangani bupati.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, vaksin ulang menjadi hal yang perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat. Agar semua berjalan dengan baik maka pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan dinkes kabupaten kota se-Banten. “Menyikapi perkembangan penyakit difteri di Banten, kita harus mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat dari difteri. Koordinasi sudah kita lakukan tinggal nanti melakukan action,” katanya.

Untuk jadwal vaksin ulang, kata dia, akan dilakukan di delapan kabupaten kota dan  dilaksanakan di tempat terbatas seperti posyandu, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya. “Mulai Senin (hari ini-red) sudah melaksanakan di tempat-tempat terbatas sambil melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak kaget,” paparnya.

“Silakan siapa saja, terbuka untuk umum. Saya dan petugas medis juga sudah semua divaksin ulang,” tambahnya.

Mengenai status KLB, Sigit mengaku, belum mengeluarkannya. KLB di tingkat provinsi baru akan dikeluarkan jika kabupaten kota sudah menerbitkannya. Dengan kondisi KLB, kata dia, pihaknya bisa mengambil langkah jelas, misalnya menggunakan dana tak terduga untuk membiayai vaksinasi. “Kita tunggu dari kabupaten kota. Sampai sekarang baru Kabupaten Tangerang yang sudah mengeluarkannya,” katanya. (Fauzan D/RBG)