Hari Ini, PSBB Mulai Berlaku di Tangerang Raya

0
102
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah memberikan pengarahan kepada pengendara motor yang melintas di Jalan MH Thamrin yang tidak mengenakan masker, Jumat (17/4). Usai diedukasi, Arief memberikan masker untuk dipakai.

Warga Diminta Disiplin

TANGERANG – Hari ini (18/4), kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) resmi diberlakukan di wilayah Tangerang Raya. Kegiatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 hingga awal Mei itu berlaku di Kota Tangerang, Kota Tangsel, dan Kabupaten Tangerang.

Kemarin (17/4), kepala daerah di tiga wilayah tersebut, mengecek persiapan terakhir. Walikota Tangerang Arief R Wismanyah meninjau salah satu lokasi check point di Jalan MH Thamrin. Arief  didampingi wakilnya Sachrudin, Sekda Herman Suwarman, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Harianto, Dandim 0506/TGR Letkol Inf Wisnu Kurniawan dan Kajari Kota Tangerang Robert P.A Pelealu.

Menurut Arief, sesuai Peraturan Walikota (Perwal) Kota Tangerang Nomor 17 Tahun 2020, warga diminta lebih disiplin mengikuti aturan PSBB sebagai bentuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran corona. “Ingat, PSBB bukanlah kepentingan pemerintah baik pusat atau daerah. Tapi merupakan kepentingan kita bersama dalam memutus rantai pandemi Covid-19,” ujar Arief di lokasi check point, Jumat (17/4).

Dijelaskan  Arief, saat diterapkannya PSBB di Kota Tangerang total ada 54 check point. Dia memerinci, 15 check point di antaranya ada di jalan utama, 33 di jalan lingkungan, 2 di terminal dan 4 titik di stasiun. “Semua check point dijaga petugas gabungan. Mulai dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kota Tangerang. Mereka melakukan pengecekan terhadap para pengendara yang masuk dan keluar Kota Tangerang melalui jalan-jalan yang telah ditentukan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arief menjelaskan Pemkot Tangerang telah mendistribusikan bantuan pangan berupa beras pada warga terdampak Covid-19. “Jumlahnya sebanyak 101,3 ton. Sementara, untuk bantuan langsung tunai sebesar Rp600 ribu bagi warga terdampak dan kurang mampu masih dalam proses validasi data.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Harianto menyampaikan aturan kepada salah seorang pengendara mobil terkait aturan PSBB yang akan diberlakukan hari ini.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Harianto menuturkan, sanksi yang akan diberikan pada pihak yang melanggar aturan PSBB hanya berupa teguran. “Tetapi jika sanksi teguran masih belum cukup, maka sanksi akan merujuk pada Undang-Undang Kesehatan tentang Karantina Wilayah,” tutupnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendatangi Pasar Kelapadua, Kabupaten Tangerang, untuk mengetahui pemahaman warga terhadap aturan PSBB yang mulai berlaku hari ini (18/4).

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengaku sudah meneken peraturan bupati (Perbup) sebagai pedoman PSBB di Kabupaten Tangerang pada 16 April 2020. Perbub PSBB ini mengatur 47 pasal yang menjadi pedoman pelaksanaan PSBB.

Seharian kemarin, Bupati Zaki memantau sejumlah obyek vital. Salah satunya, mendatangi Pasar Kelapadua, Jalan Dayung Raya, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang. Sembari kunjungan, Bupati Zaki juga membagikan masker dan cairan pencuci tangan kepada pedagang dan pengunjung.

Di wilayah zona merah Covid-19 ini, Zaki membagikan 10 ribu unit masker, 100 liter hand sanitizer dan 100 liter cairan hand wash. Dalam kesempatan tersebut, Zaki meminta para petugas tetap menjaga jarak di posko check point.

Zaki menjelaskan pemberlakuan PSBB di Kabupaten Tangerang pelaksanaannya kurang lebih sama seperti Jakarta yang sudah terlebih dulu menerapkannya. Di antaranya, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan yang mendesak, menjaga jarak di angkutan umum, untuk pengemudi ojek online (ojol) hanya dibolehkan mengangkut barang.

Terkait check point, Bupati Zaki mengatakan total ada 16 titik pantauan.  Check point itu ada di akses jalan masuk dan jalan keluar wilayah Kabupaten Tangerang dengan daerah lain.

TANGSEL

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menekankan ada sejumlah sanksi bagi pelanggar PSBB yang dituangkan di Perwal. Dijelaskan Airin, terdapat 29 pasal yang mengatur mulai dari ketentuan umum, pelaksanaan PSBB, hak, kewajiban dan pemenuhan dasar penduduk selama PSBB, hingga sanksi administratif.

Setidaknya terdapat delapan bentuk sanksi administratif.  Sanksinya antara lain berupa teguran lisan, peringatan tertulis, pengamanan barang dan/atau alat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran, pembubaran, pemberhentian sementara kegiatan, pembekuan izin, pencabutan izin, dan/atau, tindakan lain yang bertujuan untuk menghentikan pelanggaran. Pemberian sanksi dapat dilakukan secara tidak berurutan.

Di lokasi berbeda, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan PSBB ditetapkan bukan untuk meniadakan kegiatan di Kota Tangsel. Bentuk aktivitas yang bersifat darurat tetap harus dilakukan.  “Dengan adanya PSBB ini, ada ketentuan bahwa kegiatan di luar rumah tidak boleh lebih dari lima orang,” ujar Benyamin dalam sosialisasi PSBB di Kelurahan Serua Indah, Ciputat, Jumat (17/19). (asp/rbnn/alt)