Hari Jadi Kabupaten Tangerang Berubah

0
211 views
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Barhum menerima draf dari salah satu anggota Fraksi PDIP di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (31/7). Foto WIVY/Radar Banten.

TIGARAKSA – Hari Jadi Kabupaten Tangerang resmi berganti. Dari semula 27 Desember 1943 berubah jadi 13 Oktober 1623. Dengan perubahan itu, usia Kabupaten Tangerang menjadi lebih tua. Pada 13 Oktober tahun ini, usianya 396 tahun. Perubahan tersebut disetujui dalam rapat paripurna persetujuan bersama DPRD dan Bupati tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Tangerang di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (31/7).

Wakil Bupati Tangerang Mad Romli mengatakan, peringatan hari jadi yang baru akan mulai diperingati pada tahun ini. ”Sebentar lagi kita akan memperingati hari jadi sesuai yang telah ditetapkan bersama. Dimulai dari tahun ini,” katanya, Rabu (31/7).

Pria yang akrab disapa Haji Ombi itu menuturkan, setelah ditetapkan, selanjutnya Raperda tersebut akan disosialisasikan melalui dinas-dinas terkait. Untuk selanjutnya disebarluaskan ke masyarakat. ”Perubahan hari jadi ini merupakan hasil kajian sejarah dari para ahli yang merujuk pada sejarah Kesultanan Banten,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Sumardi menjelaskan, hari jadi yang baru merupakan hasil dari kajian naskah akademik dari Pansus DPRD. ”Penentuan hari jadi yang baru ini berdasarkan dari pelantikan tiga Arya yakni, Raden Surya Diwangsa, Raden Arya Wangsakara, dan Raden Arya Jaya Santika oleh Sultan Banten pada 13 Oktober 1623. Dan itu menjadi cikal bakal lahirnya Kabupaten Tangerang yang sesungguhnya,” katanya setelah rapat paripurna, Rabu (31/7).

Sumardi mengungkapkan, hari jadi sebelumnya berdasarkan kajian dari pelantikan Bupati Tangerang pertama Atik Soeardi oleh Jepang pada 27 Desember 1943. ”Kalau berdasarkan itu, memang usianya jadi 75 tahun, secara hukum itu boleh-boleh saja dan sah. Tetapi itu tidak menjadi kebanggaan bagi kami. Karena ada campur tangan dari Jepang. Maka itu, 13 Oktober 1623 yang menjadi cikal bakal kelahiran Kabupaten Tangerang dan menjadi kebanggaan bagi kami sebagai masyarakat dari Kesultanan Banten,” ungkapnya. (mg-04/asp/sub)