Kantor Inspektorat Pemkab Lebak.

RANGKASBITUNG – Sebanyak 21 aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Lebak bolos kerja pada hari pertama setelah libur dan cuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah, Senin (10/6).

Tim gabungan dari Inspektorat dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lebak saat inspeksi mendadak (sidak) kehadiran pegawai di 45 organisasi perangkat daerah, dari 3.052 pegawai terdapat 57 pegawai yang tidak masuk kerja, 21 di antaranya tanpa keterangan alias bolos.

“Dari 57 ASN yang tidak masuk kerja di hari pertama pasca-libur lebaran Idul Fitri, 21 ASN tanpa keterangan. Sebenarnya, jumlah ini sedikit turun dibanding dengan pra lebaran yang mencapai 36 ASN,” ujar Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebak Halson Nainggolan.

Kata Halson, sanksi terhadap ASN yang indisipliner mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Sebelum memberikan sanksi, pihaknya akan memanggil 21 ASN yang bolos pada hari pertama kerja dan 36 ASN yang bolos sebelum lebaran untuk dimintai keterangan.

“Sanksinya mulai dari pemotongan tunjangan kerja. Ada 11 jenis hukuman bagi ASN indisipliner. Kita akan periksa dulu sesuai PP Nomor 53 tahun 2010. Tidak hadir pasti ada alasannya. Musibah atau apa. Ketika dia nambah cuti sendiri maka sanksinya sudah jelas,” kata mantan kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak ini.

Haslon menambahkan, secara keseluruhan tingkat kehadiran hari pertama pasca-lebaran Idul Fitri di lingkungan Pemkab lebak cukup tinggi mencapai 98 persen.

“Memang ada beberapa OPD yang tingkat kehadirannya mencapai 91 persen. Tapi, banyak juga OPD yang kehadirannya mencapai 100 persen,” ujar Halson. (Nurabidin)