Hari Pertama Kerja, Fraksi Mulai Garap Alat Kelengkapan DPRD Lebak

LEBAK – Hari pertama kerja, Selasa (27/8), sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Lebak mulai membahas alat kelengkapan dewan (AKD). Rapat terbatas diinternal fraksi dilaksanakan untuk mengusulkan nama-nama yang akan ditempatkan di AKD.

Pantauan Radar Banten sekira pukul 9.30 WIB, suasana di gedung DPRD Lebak masih sepi. Beberapa anggota Dewan periode 2019 – 2024 baru tiba di gedung wakil rakyat. Namun ruang Fraksi Golkar dan Nasional Demokrat (Nasdem) masih sepi. Di sana hanya ada staf fraksi yang stand by. Sementara itu, beberapa anggota Fraksi Gerindra berada di ruangannya bersama Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Oong Syahroni. Tidak hanya fraksi Gerindra, anggota Fraksi PDI Perjuangan juga menggelar rapat internal untuk membahas penempatan anggotanya di AKD.

Ketua DPRD Lebak sementara Bangbang menyatakan, pembahasan AKD baru akan dilaksanakan pekan depan. Sekarang anggota Dewan yang baru dilantik masih dalam proses adaptasi. Mereka sebagian melaksanakan koordinasi diinternal fraksi.

“Untuk pembahasan AKD baru akan kita jadwalkan pekan depan. Pimpinan dewan sementara akan rapat bersama pimpinan fraksi untuk membahas AKD,” kata Bangbang kepada wartawan di ruang kerja Badan Kehormatan Dewan (BKD).

Di Lebak sendiri, lanjutnya, ada sembilan partai politik yang menempatkan kader terbaiknya di kursi DPRD Lebak. Sembilan partai tersebut, yakni Partai Gerindra sembilan kursi, Partai Demokrat tujuh kursi, PDI Perjuangan tujuh kursi, Partai Golkar enam kursi, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) enam kursi. Selanjutnya ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lima kursi, Partai Nasdem lima kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) empat kursi, dan Partai Perindo satu kursi.

“Saya ingin Dewan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah. Karenanya, kita akan laksanakan sebaik-baiknya tugas dan fungsi dewan, yakni melakukan penganggaran, legislasi, dan pengawasan,” ungkap alumni Universitas Lampung (Unila) ini.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Enden Mahyudin membenarkan, Fraksi PDI Perjuangan menggelar rapat internal pada hari pertama masuk kerja. Rapat tersebut untuk membahas usulan fraksi tentang nama-nama anggota Dewan yang akan ditempatkan di AKD. Untuk itu, Enden masuk kerja memenuhi kewajibannya sebagai wakil rakyat.

“Setelah dilantik semua anggota Dewan wajib masuk. Kedua, ada rapat pembahasan di internal partai mengenai pengisian AKD dan persoalan lain yang terkait dengan kepentingan masyarakat,” katanya.(Mastur)