Hari Pertama Operasi Keselamatan Kalimaya, Pendapatan Pajak Capai Puluhan Juta Rupiah

SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten berhasil meraup puluhan juta rupiah dari pembayaran pajak kendaraan bermotor di hari pertama Operasi Keselamatan Kalimaya yang digelar oleh Polda Banten di Tugu Debus, kawasan Kemang, Kota Serang, Kamis (8/3).

Kepala Samsat Kota Serang Ahmad Syaukani menjelaskan, kurang lebih selama satu jam operasi, ada 26 kendaraan bermotor dengan tunggakan pajak kendaraan yang membayar pajak dalam operasi tersebut.

“Jika diuangkan sekitar Rp 20 jutaan,” kata Syaukani saat dijumpai di sela-sela operasi.

Menurut Syaukani, hari ini merupakan hari pertama pihaknya ikut serta dalam operasi. Rencananya, Samsat Kota Serang akan mengikuti agenda Polda tersebut hingga 21 Maret mendatang.

Dijelaskan Syaukani, sejauh ini mayoritas penunggak pajak adalah pengendara kendaraan bermotor roda dua. “Tadi ada Alphard, pajaknya mati di bulan empat, sekarang kan bulan tiga, kita ingatkan saja,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sochari menjelaskan, untuk merealisasikan target pendapatan, Bapenda bersinergi dengan kepolisian. Salah satunya dengan membuka Samsat keliling dalam setiap giat operasi.

“Ini sesuai instruksi pak Gubernur,” kata Opar.

Opar menambahkan, selain untuk mendorong pendapatan daerah, keterlibatan Bapenda pun untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat pentingnya membayar pajak.

Karena itu, dalam giat ini, Bapenda memberikan peringatan kepada masyarakat yang kedapatan menunggak pajak. “Yang belum punya uang kita kasih kesempatan dan tenggat waktu untuk bayar, kalau punya (uang) langsung bayar di sini,” tutur Opar.

Dijelaskan Opar, kegiatan turun ke lapangan seperti ini penting untuk realisasi target pendapatan asli daerah. Karena itu banyak program jemput bola yang disusun Bapenda untuk raup pendapatan seperti Samling, dan setiap pegawai membawa wajib pajak.

Dijelaskan Opar, target pendapatan tahun 2018 mencapai Rp 10,365 triliun. Paling besar sumber berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sisanya dari dana perimbangan serta sejumlah sektor pendapatan lainnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo menjelaskan, Operasi Keselamatan Kalimaya ini bertujuan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya keselamatan berkendara.

“Kita memberikan penyuluhan keselamatan seperti ‘klik helm’, pasang sabuk pengamanan, tapi kita pun lakukan penindakan pelanggaran kasat mata. Seperti SIM, STNK,” tuturnya.

Selain dengan giat operasi seperti ini, sosialisasi keselamatan pun dilakukan melalui media sosial dan media publikasi lain seperti spanduk dan selebaran.

Operasi ini, lanjut Djatiutomo, akan dilaksanakan hingga 21 Maret mendatang. Lokasinya akan berbeda-beda namun di jalan yang luas. “Karena kita pun memperhatikan ketertiban. Kalau terjadi kepadatan itu kan wajar,” tuturnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)

BAGIKAN