Hari Pertama PSBB Diperketat: Fasilitas Olahraga dan Tempat Wisata Ditutup

0
1638
Kapolda Metrojaya Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrahman memberi semangat kepada anggota di Mapolsek Ciledug, Kota Tangerang, kemarin.

TANGERANG – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangsel, resmi diberlakukan mulai kemarin (11/1). Di hari pertama ini, pemda menutup tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang.

Di Kota Tangerang misalnya, sarana olahraga, tempat rekreasi, dan sarana hiburan ditutup sementara. “Mulai hari ini (kemarin-red) sudah dimulai PSBB diperketat. Partisipasi masyarakat sangat penting agar PSBB bisa berhasil,” kata Walikota Tangerang Arief R Wismansyah seusai menghadiri rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati Tangerang, Senin (11/1).

Arief mengharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam mematuhi aturan dan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama masa PSBB diperketat diberlakukan.

Salah satu poin penting PSBB kali ini pembatasan kegiatan yang sifatnya olahraga, rekreasi dan hiburan mulai 11 hingga 25 Januari 2021. “Fasilitas olahraga baik yang dikelola oleh Pemkot maupun swasta untuk sementara waktu ditutup. Jika tidak ada urusan penting, masyarakat diimbau beraktivitas di rumah saja,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan di sektor perdagangan juga dibatasi hanya diperbolehkan buka hingga pukul tujuh malam. Ditegaskannya, sanksi diberlakukan apabila masyarakat kedapatan melanggar aturan selama masa PSBB diperketat. “Kalau bukan yang sifatnya kebutuhan harian wajib mengikuti aturan pembatasan jam operasional,” ujarnya.

Di hari pertama PSBB di Kota Tangerang ini, Kapolda Metrojaya Irjen Pol M Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrahman mendatangi Mapolsek Ciledug untuk memantau langsung kinerja anggota melayani masyarakat di zona merah.

Tidak hanya itu, Kapolda yang ditemani Wakil Walikota Tangerang Sachrudin juga mendatangi Kampung Tangguh Jaya binaan Polsek Ciledug dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di Kota Tangerang.

Menurut Fadil, penyebaran virus corona penanganannya harus bersama-sama agar penyebaran tidak terus meluas. Dengan bekerja sama, penanganan virus corona khususnya di Kota Tangerang bisa teratasi. “Kami dengan Pangdam, tujuannya adalah melihat upaya yang dilakukan untuk membantu, mendukung pemda dalam memutus mata rantai Covid-19. Kedua, tujuan kami memotivasi, memberi semangat kepada anggota di lapangan agar terus bahu membahu dengan segenap elemen masyarakat,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres (Radar Banten Group) di Mapolsek Ciledug, Senin (11/1).

Fadil menambahkan, bersama Pangdam juga melihat sejauhmana Kampung Tangguh yang dibangun di zona merah berjalan baik dalam menekan Covid-19. “Bagaimana 3T (testing, tracking dan treatment) di masyarakat dikedepankan. Isolasi mandiri menjadi sasaran kita melakukan treatment secara mandiri supaya tidak menyebar. Tim dari personel sudah kita bentuk. Intinya kalau kita bisa bergotong royong, warga pasti semangat,” paparnya.

Fadil berharap, program PSBB diperketat di Kota Tangerang bisa terlaksana dengan maksimal sampai 25 Januari. Hal tersebut dilakukan, agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

“Kepada anggota, tugas yang berisiko tapi percayalah tugas ini membawa kemuliaan dan keberkahan buat kita manakala kita kerjakan dengan keihklasan. Sudah ada anggota tadi terpapar covid. Tetap jaga diri dan jaga lingkungan agar terbebas covid,” ungkapnya.

Sementara Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrahman mengatakan, tugas anggota sekarang lebih berat dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19. Seluruh angota harus siaga dan siap membantu masyarakat, kondisi seperti sekarang ini harus bisa bersama-sama.

“Tugas-tugas sekarang lebih berat. Kalau dulu masalah keamanan, antisipasi pertahanan, saat ini kita harus pantau perkembangan covid. Yang penting adalah ekonomi, virus ada makan tetap jalan. Virus ada, makan berhenti itu bahaya. Warga jangan panik, tetap semangat. Kalau stres justru akan cepat penularan,” tutupnya.

TEMPAT WISATA TUTUP

Sementara di Kabupaten Tangerang, dua tempat wisata di Kecamatan Cisoka ditutup oleh  pilar Kecamatan Cisoka. Yakni, Satpol PP, Polsek Cisoka dan Koramil 13/Cisoka, serta Kodim 0510/Trs.

Dandim 0510/Trs Letkol Inf Bangun I E Siregar melalui Danramil 13/Cisoka Kapten Kav Burhanudin menjelaskan, dalam penutupan tempat wisata itu Koramil 13/Cisoka menurunkan empat personel untuk membantu pengamanan penutupan wisata lokal yang ada di Cisoka.

“Dua tempat wisata lokal yang ditutup adalah Danau Biru dan Taman Cicido. Penutupan tersebut bertujuan untuk menghindari kerumunan orang yang berpotensi menjadi kasus baru dalam penularan Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, langkah penutupan dilakukan dalam rangka menjalankan PSBB diperketat di Kabupaten Tangerang.

Di Tangsel, Walikota Airin Rachmi Diany menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 443/73/HUK tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang berlaku pada 9-25 Januari 2021.

Salah satunya membatasi jumlah pegawai Pemkot yang masuk kerja. Kebijakan kerja di rumah atau work from home (WFH) diterapkan Pemkot Tangsel kepada 75 persen pegawainya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel, Apendi mengatakan, penerapan kebijakan WFH sebanyak 75 persen berlaku ketika Tangsel memasuki zona merah penularan Covid-19.

“Kita kan sesuai dengan zonanya, kita 75 persen WFH, di kantor 25 persen. Kita sudah nerapin duluan, sejak edaran Menpan-RB. Kita sudah berjalan, saya sudah keliling, semua 25 persen,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres (Radar Banten Group), Senin (11/1).

Mantan Kepala DPMP3AKB ini mengaku sudah berkeliling memantau pegawai, dan masih ada yang membandel tidak menggunakan masker. “Tadi (kemarin-red) saya keliling ada yang tidak pakai masker, tapi ada di kantong. Kita bagaimana mendisiplinkan kawan-kawan lah,” tambahnya.

Jika melihat ada pegawai Pemkot Tangsel yang keluyuran di jalan agar segera melaporkan kepada dirinya atau langsung ke Walikota Airin Rachmi Diany. “Kalau ada ASN pada jalan-jalan ya laporkan, ya kepada kita kepada walikota silakan saja,” tuturnya.  (ran-pen-sep-din-bud/rbnn/air)