Hari Pertama Sekolah, Gubernur Izinkan PNS Terlambat Masuk Kerja

SERANG – Gubernur Banten Rano Karno mengizinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) terlambat masuk kerja untuk mengantarkan anak masuk sekolah di hari pertama. Bahkan Gubernur Rano pun menghimbau kepada seluruh orang tua dan pimpinan perusahaan atau lembaga suasta untuk memberikan dispensasi kepada karyawannya agar bisa mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Saya hanya ingin menguatkan saja arahan yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Sebagai orang tua, adalah penting untuk hadir mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama,” ujar Rano, Jumat (15/7).

Menurut Rano, sesuai imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan tentang Hari Pertama Sekolah. Pihaknya mendukung sepenuhnya imbauan Mendikbud tersebut. Menurut Gubernur hal ini ialah dukungan positif bagi dunia pendidikan. Apalagi hari pertama masuk sekolah merupakan momen penting bagi seorang siswa untuk menjalani masa sekolah selanjutnya. Terutama bagi siswa yang menempuh jenjang baru pendidikan.

“Kehadiran semacam itu tentu menyimpan pesan penting kepada anak. Katakanlah, sebentuk kepedulian dan rasa cinta yang mendalam yang akan terus membekas pada jiwa anak. Karena kesibukan kita di hari-hari ini tak boleh menjadi alasan atas ketidakpedulian kita atas masa depan mereka (anak-anak),” ucapnya.

Selain itu, kata Gubernur, hari pertama sekolah akan didorong sebagai momen untuk menumbuhkan interaksi antara siswa, orang tua dengan lingkungan di sekolah, termasuk dengan para guru.

“Saya ingin pesankan kepada masyarakat luas bahwa tanggung jawab orang tua tidak hilang sekalipun ada sekolah. Kehadiran orang tua dalam dunia anak akan menumbuhkan kepercayaan diri dan akan terus menyemangati anak dalam meniti setiap episode kehidupan mereka. Jangan biarkan mereka terjun bebas tanpa bimbingan dan tuntunan. Percayalah, membincangkan nasib dan masa depan anak-anak kita meniscayakan kita untuk memikirkan bagaimana pendidikan mereka di hari ini,” imbuhnya.

Kita. lanjutnya, tentu tidak ingin anak-anak tumbuh dan berkembang sementara kita absen dan tidak pernah hadir dalam momen-momen penting perjalanan hidup mereka,” sambungnya. (Bayu)