Hari Pertama UN Diwarnai Keluhan Kepala Sekolah dan Guru

0
532

SERANG – Baru sehari dimulainya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tingkat SMK di Banten dikeluhkan oleh pihak sekolah.

Keluhan tersebut bukan keluar dari siswa sebagai peserta UNBK maupun UNKP, melainkan dari Kepala Sekolah dan guru-guru.

Kepala sekolah dan guru di sejumlah sekolah di Kota Serang mengeluh karena pelaksanaan UN tanpa anggaran. Sebab anggaran BOS dan Bosda belum juga turun hingga hari ini.

Wakil Kepala SMKN 1 Kota Serang Asep Tatang mengatakan, dalam pelaksanaan UNBK yang ketiga kali pada sekarang tidak ada kendala yang terjadi, dan murid-murid juga bisa mengerjakanya dengan nyaman.

Tetapi, dikatakan Asep, memang terasa dalam pelaksanaan UNBK di 2017 tanpa adanya anggaran sangatlah berat, karena listrik jaringan internet dan komsumsi pengawas memerlukan biaya. ” Terlebih tidak boleh meminta pungutan kepada siswa. Tapi saya menyatakan UNBK di SMKN 1 Kota Serang berjalan lancar 100 persen,” katanya saat ditemui di sekolah, Senin (3/4).

Lanjut Asep, siswa dan siswi yang mengikuti UNBK di SMKN 1 Kota Serang berjumlah 745 orang dan hadir semua. Lab yang tersedia sebanyak 8 lab. Dan setiap lab terisi 36 siswa. “Persesi kita berikan waktu 2 jam,” ucapnya.

Di tempat berbeda, Humas SMKN 2 Kota Serang, Heru Kusumahadi mengakui hal yang sama seperti SMKN 1 Kota Serang, bahkan dirinya mendengar dalam menyukseskan pelaksanaan UNBK ada pihak sekolah sampai menggadaikan sertifikat mobilnya. Hal itu karena tidak adanya anggaran. “Walaupun begitu, kita tetap berusaha untuk mensukseskan UNBK di 2017 ini dan terdapat 542 siswa yang mengikuti UN,” ujarnya.

Sisi lainya, Kepala SMKN 4 Kota Serang, Yadi Sufiyadi menambahkan, dalam pelaksanaan UNBK di 2017 sudah pasti setiap sekolah melakukan hal yang terbaik, dan melakukan berbagai cara supaya pelaksanaan UNBK berjalan lancar.

Lanjut Yadi, UNBK yang dilakukan serentak pada sekarang berjalan lancar di SMKN 4 Kota Serang sendiri, walaupun memang sangatlah kewalahan karena tidak adanya bantuan anggaran. “Tapi Alhamdulilah tidak ada kendala, dan 369 siswa bisa mengerjakan UNBK dengan lancar tanpa ada kendala,” terangnya.

Yadi juga mengatakan kepala sekolah dan para guru lainya mengeluhkan pelaksanaan UNBK yang memakan biaya, tetapi murid-murid merasa senang. Karena tinggal belajar dan mengerjakan saja dalam pelaksanaan UN.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Ardius Prihartono mengatakan, pelaksanaan UNBK bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan oleh pihak sekolah di Provinsi Banten. Pelaksanaan UNBK dinilainya hanya bentuk himbauan dari pusat agar dapat memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang.

“Saat ini ada 3 wilayah yang melaksanakan UNBK yaitu Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Tangsel. Jadi UNBK digelar sesuai kemampuan sekolah saja. Kalaupun sekolah mampu maka idealnya menggunakan sistem UNBK tapi kalau tidak menggunakan UNKP,” ujarnya ditemui salah satu sekolah SMK di Kota Serang, usai meninjau sekolah-sekolah SMK di Kota Serang. (Ade Faturohman / adesulhan@gmail.com)