Hari Santri, Bupati Lebak dan Ribuan Santri Makan Nasi Liwet

LEBAK – Bupati Iti Octavia Jayabaya bersama ribuan santri dari berbagai daerah di Lebak dan Banten mengikuti kegiatan istigasah di Alun-alun Rangkasbitung. Usai istigasah, Iti makan nasi liwet bersama ribuan santri di Jalan Abdi Negara dan Jalan RM Nataatmaja, Rangkasbitung.

Pantauan Radar Banten sekira pukul 13.50 WIB, istigasah dalam rangka hari santri nasional dilaksanakan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Lebak. Kegiatan istigasah sendiri dipimpin langsung KH Abuya Muhtadi Dimyati. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Iti Octavia Jayabaya, Sekda Dede Jaelani, Ketua FSPP Lebak Ade Bujhaerimi, ratusan ulama, dan ribuan santri. Para santri yang duduk di depan pendopo Alun-alun Rangkasbitung tidak menghiraukan cuaca panas yang menyengat. Mereka tetap khusuk mengikuti istigasah sampai tuntas.

Usai istigasah, Bupati dan santri salat ashar terlebih dahulu. Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan murak liwet di Jalan Abdi Negara dan Jalan RM Nataatmaja. Berbagai jenis menu makanan dihidangkan, mulai dari panggang ayam, ikan mas, ikan asin, peda, jengkol, pete, dan sambal. Nasi liwet yang ada di dalam kastrol ditumpahkan ke daun yang telah disediakan panitia.

Bupati Iti Octavia Jayabaya menyatakan, murak liwet atau makan liwet merupakan tradisi santri di pondok pesantren. Karena itu, tradisi tersebut dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Santri 2019.

“Tradisi santri itu ngaliwet menggunakan kastrol. Ini menjadi kegiatan sehari-hari bagi santri salafi,” jelasnya.

Tahun ini, peringatan hari santri lebih variatif, karena ada banyak kegiatan yang dilaksanakan. Mulai dari santri on the road, lomba baca kitab tafsir munir, lomba marhaba, dan murak nasi liwet.

“Marhabaan kan sudah mulai luntur. Anak-anak muda banyak yang enggak tahu, karenanya harus dibudayakan lagi,” jelasnya.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk syukur masyarakat Lebak atas dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Apalagi, Wakil Presiden terpilih merupakan ulama karismatik asal Banten.

“Hilangkan pro dan kontra, sekarang songsong pemimpin baru kita yang wakil presidennya berasal dari Banten dan merupakan ulama,” ungkapnya. (Mastur)