Hasil Rapid Test, 204 Orang Positif

0
786 views

Ati: Harus Dilakukan Pemeriksaan Swab

SERANG – Hingga kemarin, jumlah warga Banten yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab mencapai 132 orang. Namun, jumlah itu bisa bertambah tiga kali lipat, lantaran ada 204 orang yang telah mengikuti rapid test dengan hasil reaktif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, Pemprov Banten telah melakukan rapid test terhadap 108 orang, dimana tiga orang dinyatakan reaktif. Sedangkan rapid test yang dilakukan delapan kabupaten kota, ada 201 orang dinyatakan reaktif. “Hasil rapid test yang reaktif, itu artinya positif, tetapi rapid test bukan untuk penegak diagnostik. Ketika rapid test dinyatakan reaktif maka kita harus melakukan ulang rapid test satu kali lagi, ketika hasil tetap reaktif maka harus segera dilakukan pemeriksaan swab, sebab diagnosa covid harus melalui swab,” kata Ati kepada wartawan, kemarin.

Ati yang juga menjadi juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten melanjutkan, rapid test dilakukan secara bertahap oleh Pemprov maupun kabupaten kota. Hingga Minggu (5/4), sudah ada empat ribu warga Banten yang mengikuti rapid test.

“Alat rapid test yang dimiliki Provinsi Banten jumlahnya terbatas, makanya diprioritaskan untuk PDP, tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan PDP dan kasus konfirm covid dan masyarakat yang kontak erat dengan kasus konfirm,” tuturnya.

Ia melanjutkan, untuk masyarakat yang hasil rapid test-nya reaktif, akan dilakukan rapid test ulang paling cepat pekan ke depan. Untuk sementara mereka harus karantina mandiri di rumah selama 14 hari dan dipantau oleh tenaga kesehatan. Sementara untuk tenaga medis dan PDP yang hasilnya reaktif maka dikarantina di rumah sakit. “Misalnya tiga PDP di RSUD Banten yang hasil rapid test-nya reaktif, mereka dikarantinanya di RSUD Banten,” tuturnya.

Agar masyarakat memahami rapid test, Ati memaparkan bahwa alat tersebut hanya untuk mengetahui antibodi IGG (jenis antibodi yang paling banyak ada di darah dan cairan tubuh lain) dan IGM (antibodi yang terbentuk saat pertama kali terinfeksi oleh virus ataupun bakteri jenis baru) di dalam tubuh manusia.    

Rapid test reaktif artinya IGG dan IGM di dalam tubuh manusia positif. Dari hasil rapid test positif harus dilakukan ulang, jika tetap reaktif maka harus dilakukan pemeriksaan PCR melalui swab lendir hidung dan tenggorokan,” jelasnya.

Adapun uji swab, tambah Ati, itu dilakukan di Jakarta oleh Kemenkes. “Saat ini hasil pemeriksaan swab PDP yang dirawat di RSUD Banten, belum semuanya keluar,” tuturnya.

Berdasarkan data hasil rapid test delapan kabupaten kota, hasil reaktif terbanyak di Kabupaten Tangerang sebanyak 135 orang, disusul 53 Kota Tangerang, tujuh Tangsel, tiga Kabupaten Serang, dua Kota Cilegon, dan satu Kabupaten Pandeglang. Sementara di Kabupaten Lebak dan Kota Serang belum ada yang reaktif. “Data ini merupakan hasil rapid test hingga 5 April di delapan kabupaten/kota, di mana total ada 201 yang reaktif. Sementara di Pemprov ada tiga yang reaktif,” pungkasnya.

WAJIB BERMASKER

Sementara itu, di Jakarta, aturan kewajiban menggunakan masker bagi setiap orang dan penumpang angkutan umum harus diterbitkan. Aturan  dinilai sangat efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta dengan tegas agar seluruh pengelola transportasi umum Jakarta yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta mewajibkan para penumpangnya menggunakan masker. “Harap buat kebijakan untuk mewajibkan semua penumpang menggunakan masker. Bila tanpa masker maka tidak diizinkan naik kendaraan umum,” kata Anies dalam salinan surat yang ditujukan kepada seluruh Direktur Umum Pengelola Transportasi Jakarta yang diterima redaksi, Minggu (5/4).

Anies meminta aturan itu segera disosialisasikan dalam waktu satu minggu ke depan tepatnya mulai dari Senin (6/4). “Sosialisasikan kebijakan ini kepada penumpang atau warga secara masif di stasiun, halte, bis, atau gerbong,” katanya.

Nantinya, kebijakan wajib menggunakan masker selama masa tanggap darurat Covid-19 wajib dipatuhi mulai 12 April 2020. Salah satu pengelola transportasi massal, Transjakarta sudah lebih dahulu mengambil kebijakan tersebut.

“Bagi pelanggan yang tidak menggunakan masker tidak diperbolehkan memasuki halte maupun menggunakan bus. Selama enam hari ke depan, Transjakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk mempersiapkan masker pribadi,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas Transjakarta Nadia Disposanjoyo.

Aturan tersebut berdasar pada Seruan Gubernur Nomor 9 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker di Tempat Umum mencegah penyebaran Covid-19. Dalam seruan itu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang dapat dicuci serta digunakan kembali sehingga dapat mengurangi peredaran masker medis yang saat ini sudah langka.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto juga meminta agar seluruh masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. “Mulai hari ini (Minggu, 5/4 -red), sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan ‘masker untuk semua’. Semua harus memakai masker ketika berkegiatan di luar,” katanya di Graha BNPB.

Dia meminta masyarakat menggunakan masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali. “Gunakan masker kain karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala pun bisa menjadi sumber penyebaran penyakit, ketika kita di luar rumah,” papar Yuri. (den-fin/air/ags)