Hati-hati, Jembatan Ciujung Membahayakan

0
2.216 views
Arus lalu lintas di sebelum jembatan Ciujung di perbatasan antara Kecamatan Kragilan dan Kecamatan Kibin, Rabu (1/3) sore, macet parah. Foto: Rozak/Radar Banten

SERANG – Arus lalu lintas di wilayah jembatan Ciujung tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Kergilan dan Kecamatan Kibin selalu diwarnai kemacetan pada pagi dan sore hari. Kemacetan tersebut dipicu oleh buruknya kondisi jalan di jembatan Ciujung.

Pantauan Radar Banten, arus lalu lintas di wilayah tersebut selalu padat pada jam pergi dan pulang kerja yaitu di pagi dan sore hari. Kemacetan terjadi cukup panjang hingga mencapai satu kilometer. Kendaraan yang melintas kebanyakan berupa kendaraan besar dari pabrik di wilayah setempat.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, kondisi tersebut sudah lama terjadi lantaran jalan yang rusak. Jalan rusak tersebut disebabkan oleh banyaknya kendaraan besar yang melintas. “Setiap pagi sampai sore selalu macet,” kata Muhaimin, warga Kragilan, Rabu (1/3).

Muhaimin mengaku, kemacetan tersebut banyak menuai keluhan dari warga setempat dan pengendara yang melintas. Soalnya, akses jalan tersebut merupakan jalan nasional yang selalu ramai. “Kalau sore itu banyak karyawan pabrik habis pulang kerja yang turun dari bus. Mereka milih jalan kaki daripada harus menunggu macet,” tuturnya.

Tak hanya itu, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena kondisi jalan jembatan banyak yang berlubang. Ditambah lagi banyak pengendara yang nekat untuk naik ke bahu jembatan karena tergesa-gesa. “Kalau dibiarkan bolong saja kan bahaya juga, paling diperbaiki ditutupi sama seng,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Serang Rudi Afandi membenarkan kondisi tersebut. Kemacetan tersebut terjadi karena gerak lambat kendaraan. “Ya, karena kondisi jalannya yang kurang baik,” katanya kepada Radar Banten.

Ia mengatakan, perbaikan tersebut merupakan kewenangan Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum karena merupakan jalan nasional. “Harus diajukan ke satker dari dinas terkait di daerah,” ujarnya.

Untuk mengurai kemacetan, Rudi mengaku sudah melakukan beberapa upaya. Di antaranya dengan melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan setempat. “Kalau kita kan sifatnya hanya membantu kepolisian,” jelasnya.

Rudi mengaku sudah menempatkan petugas untuk dapat membantu memperlancar lalu lintas. “Sudah kita tempatkan petugas di wilayah Serang Timur, pagi dan sore bertugas di sana, pagi dua jam, sore juga dua jam,” pungkasnya. (Rozak/Radar Banten)