Hati-hati Penipuan Dengan Modus Orang Terlantar di Kota Cilegon

0
1.127 views

CILEGON – Tidak sedikit yang mengaku sebagai orang terlantar (OT) demi mendapatkan keuntungan pribadi. Bahkan ada juga OT gadungan yang sudah berusia sepuh. Keluhan itu disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengaduan Masalah Sosial pada Dinas Sosial Kota Cilegon Yuadhita Brotorini, Rabu (2/8).

“Mirisnya kadang kakek-kakek yang melakukan penipuan. Ada yang mengaku untuk pulang ke Aceh, setelah kami berikan ongkos untuk pulang, satu bulan kemudian kami melihat dia sedang mengobrol dengan temannya di Merak. Itukan tipuan,” ucapnya.

Dijelaskannya, banyak modus yang dilakukan OT gadungan untuk mendapatkan jaminan berbentuk uang. Sehingga anggaran yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terserap oleh oknum-oknum tersebut.

“Seharusnya anggaran itu diperuntukan membantu OT yang benar-benar butuh bantuan. Pernah didapati ada OT gadungan meminta bantuan tapi setelah kita lihat didata kita dapat mengetahui kebohongannya,” katanya.

Kata dia, ada prosedur yang harus dilakukan oleh OT yang akan melapor ke Dinsos untuk menerima bantuan. Pertama harus memiliki surat keterangan dari pihak Kepolisian Kota Cilegon, kemudian pihaknya akan melakukan asesmen terhadap OT tersebut.

“Untuk tahun kemarin (2016) kuota bantuan OT hanya 200. Tapi OT kelebihan kuota hingga mencapai 300 lebih, mungkin atas dasar itu makanya tahun 2017 ini dinaikkan jadi 400 kuota,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)