Helldy dan Joni Ikut Bersaing

Ilustrasi
Ilustrasi

CILEGON – Ketua DPW Berkarya Banten Helldy Agustian dan Ketua Persaudaraan Alumni 212 Cilegon Malim Hander Joni ikut bersaing memperebutkan restu Partai Gerindra pada Pilkada 2020 mendatang. Pendaftaran kedua tokoh tersebut melengkapi dua tokoh sebelumnya yang sudah terlebih dahulu mendaftar, yakni Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati dan Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar.

Secara bergantian, kemarin (6/11), tim perwakilan Helldy dan Joni mendatangi tim penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon Partai Gerindra, di Kota Serang. Helldy dan Joni merupakan dua tokoh yang cukup dekat dengan Gerindra. Keduanya sama-sama pendukung utama calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Saat dikonfirmasi, Helldy mengharapkan kesuksesan yang terjadi pada Pilpres 2019 di Kota Cilegon bisa dilanjutkan pada Pilkada Kota Cilegon 2020 mendatang. “Kemarin saat pilpres hasil (kemenangan Prabowo-Sandi) di Kota Cilegon cukup signifikan, yah harapan bisa melanjutkan koalisi saat pilpers. Sinergi yang sudah terbangun bisa dilanjutkan di pilkada meski hal itu (koalisi pilpres) sudah tidak dibicarakan lagi karena politik itu kan dinamis,” ujar Helldy, Rabu (6/11).

Menurut Helldy, datang pada penjaringan di Partai Gerindra merupakan salah satu dari rangkaian ikhtiar politik yang telah dilakukanya selama ini. Tak hanya di tataran pengurus daerah, komunikasi pun dilakukan dengan tataran pengurus pusat.

Selain dengan parpol, lanjut Helldy, intensitas komunikasi dengan masyarakat pun semakin meningkat. Ketua Yayasan Suara Hati Kita itu terus membangun komunikasi dengan cara turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. “Banyak undangan dari masyarakat. Alhamdulillah,” ujarnya.

Terpisah, Malim Hander Joni menjelaskan, meski saat pilpres lalu ia menjadi salah seorang yang terdepan memenangkan Prabowo-Sandi di Cilegon, namun ia tidak mempersoalkan jika hal itu tak dianggap oleh Partai Gerindra. “Kalau dilihat syukur, kalaupun enggak dilihat, enggak apa-apa. Syukur-syukur kalau masih bergandengan seperti kemarin (pilpres), alhamdulillah,” tutur Joni.

Joni menyadari, pada pilpres lalu, ia bukan satu-satunya tokoh di balik kemenangan Prabowo-Sandi di Kota Cilegon. Oleh karena itu, agar bisa mendapatkan dukungan, ia akan membangun komunikasi dengan parpol maupun pihak mana pun. “Saya enggak melihat sebagai persaingan. Ini adalah bagian dari pesta demokrasi, siapa saja bisa berhadapan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Kota Cilegon Sadeli mengaku akan bersikap sama terhadap seluruh tokoh yang datang ke penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota yang dibuka oleh Partai Gerindra.

Terkait ada keterkaitan historis politik antara Helldy dan Joni, menurutnya, hal itu tidak menjadi pertimbangan khusus di tim penjaringan. “Kami akan bekerja sesuai normatif yang telah ditetapkan saja,” tuturnya.

Sadeli mengaku menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada DPP Partai Gerindra, mengingat, pada akhirnya keputusan final pun dikeluarkan oleh pengurus pusat. (bam/ibm/ags)