Hidung Sering Mampet? Bisa jadi Punya Penyakit ini

Ilustrasi (Pixabay)

HIDUNG mampet menghambat aktivitas. Apalagi bila sudah mencoba minum obat namun tak kunjung sembuh. Bisa jadi hal tersebut adalah polip atau benjolan abnormal di dalam rongga hidung.

Menurut Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher dr Nugroho Suharsono SpTHT-KL, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab tumbuhnya polip dalam hidung. Namun bila ditelusuri lebih lanjut, sekitar 70 persen penderita polip memang mempunyai alergi.

Maksudnya alergi yang manifestasinya berada di hidung. Misalnya alergi debu rumah yang membuat pilek dan buntu tersebut. ’’Karena keseringan pilek dan buntu itu jadi akumulasi, dan terjadi polip,’’ ungkapnya.

Bila seseorang buntu dan pilek, di dalam hidung akan terjadi tekanan udara yang negatif. Hal tersebut membuat jaringan dalam hidung terhisap. Dan ketika hal itu sering terjadi, akumulasi itulah yang menjadi benjolan bernama polip tersebut.

Sebagian besar penderitanya adalah dari kalangan dewasa muda. Yakni usia 20 sampai 30 tahun. Dan kebanyakan datang dengan kondisi grade tiga atau kondisi polip yang besar.

Namun diperlukan persetujuan dari pasien untuk melakukan operasi pengambilan jaringan polip. Karena banyak pasien yang meminta pengobatan lain selain operasi. Misalnya dengan obat oral (minum) dan semprot. Hal tersebut bisa saja dilakukan. Karena pada sebagian kasus, polip akhirnya bisa mengecil.

Namun polip juga bisa menjadi residiv. Dengan kata lain, bila seseorang menderita polip dan sudah dioperasi, maka tidak ada jaminan bahwa polip tidak akan tumbuh lagi. ’’Banyak pasien yang bilang, saya kok nggak sembuh-sembuh dok,’’ ujarnya.

Padahal, inti dari polip adalah tidak membuat hidung menjadi pilek dan buntu. Bila masih sering, maka jaringan dalam hidung tetap akan terhisap dan menjadi polip. ’’Jadi sebisa mungkin hindari hal yang membuat dia alergi, supaya hidung tidak terganggu,’’ imbuhnya.(ina/JPC)