Hii Jorok.. Pencuri Kotak Amal Ngaku Konsumsi Jamur Kotoran Kerbau Sebelum Beraksi

Pelaku sesaat setelah diserahkan warga
Pelaku sesaat setelah diserahkan warga

CILEGON – Pelaku pencuri isi kotak amal masjid Al-Ittihadiah Febrian Arief Dermawan (23), mengaku tidak menyadari aksi kejahatan yang telah ia perbuat, sehingga memaksanya harus berurusan dengan polisi.

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang pempek ini mengira, penahanan dirinya oleh aparat kepolisian hanya lantaran telah memecahkan kaca kotak amal masjid yang terletak di RT 21 RW 2 lingkungan Temu Putih, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon tersebut.

Baca Juga : Ketahuan Curi Kotak Amal, Pria Bertato Diamuk Massa

“Saya-nya kebawa mabuk saja. Jadi taunya saya ditahan cuma karena mecahin kaca (kotak amal) doang, nggak nyolong duitnya,” kata warga RT 01 RW 02 lingkungan Terate Udik, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon ini setengah sadar.

Dari tas pelaku, polisi mendapati uang tunai sejumlah Rp346 ribu yang diduga merupakan uang hasil jarahan kotak amal yang ia peroleh. Polisi juga mengamankan uang tunai sejumlah Rp2.182.000, sisa isi kotak amal yang belum sempat digasak pelaku.

Kepada polisi, ia mengaku masih dalam keadaan mabuk akibat mengkonsumsi mushroom yang ia peroleh dengan mencari dari atas kotoran kerbau. “Saya mabuk mushroom saja. Jadi nggak tahu apa-apa. Jamur itu dapat saya cari sendiri, bukan beli,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cilegon Kompol Dudung Djunaedi yang dikonfirmasi mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan insiden tersebut. “Itu kan alasan dia saja yang mabuk. Buktinya, dia bisa bawa motor waktu kejadian. Nah waktu melihat kotak amal, lalu dia pecahkan dan memasukkan uang dari kotak amal ke dalam tas, dan hal yang sama dilakukan sampai beberapa kali,” katanya.

Atas perbuatannya itu, pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara. “Selain uang tunai dan kotak amal, kita juga amankan sepeda motor yang digunakan pelaku,” tandasnya. (Devi Krisna)