Hikmah Ramadan : Berinteraksi dengan Alquran

Oleh Dr H Fatah Sulaiman, Wakil Rektor bidang Akademik Untirta, Sekretaris MUI Banten dan Ketua PW Maarif Nahdlatul Ulama Provinsi Banten.

0
916 views
Memperbanyak baca Alquran saat Ramadan. Foto: Jawa Pos

Keistimewaan bulan Ramadan diturunkannya Alquran sebagai pedoman bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Bahkan merupakan tuntunan bagi siapa pun umat manusia yang ingin mempelajari dan memahami Alquran, yang merupakan penyempurna kitab-kitab suci samawi yang datang sebelumnya agar tidak tersesat jalan hidupnya kembali ke jalan tauhid.

Salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah swt atas nikmat keberkahan datangnya bulan Ramadan adalah memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbanyak kuantitas dan kualitas interaksi dengan Alquran untuk membaca, mempelajari, memahami, dan mengimplementasikan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari.

Merugilah muslim yang seumur hidupnya belum sempat mengkhatamkan bacaan dan makna Alquran. Itu karena menjadi seperti orang yang menjalani kehidupan tanpa arah dan tanpa pedoman yang lengkap. Di dalam Alquran ada tuntunan hidup (ibadah, muamalah, tauhid, etika hidup dan berkehidupan), sejarah kisah sukses dan kegagalan suatu bangsa, kisah sejarah perjuangan para nabi dan rasul, petunjuk, peringatan, kabar gembira masa depan, dan etika kehidupan. Juga tersirat dan tersurat beragam informasi dan isyarat ilmu pengetahuan serta proyeksi masa depan kehidupan. Semakin berulang dibaca semakin beragam perspektif hikmah yang bisa dirasakan dan manfaat keyakinan terhadap kebenaran mukjizat Alquran.

Alquran adalah kitab induk rujukan, sumber dari segala sumber yang menjadi basis segala jenis sains, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalamnya dijumpai informasi, kaidah dan tata aturan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah (hablum minallah); sesama manusia (hablum minannas); alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu agama, umum dan ilmu empiris lainnya.

Isyarat Alquran yang menjelaskan secara langsung, betapa pentingnya manusia menginisiasi, menggali, mengkaji, dan meneliti sains dan iptek dalam kehidupan, dibuktikan dengan perintah membaca pada ayat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad saw sebagai perintah kepada umat manusia, yaitu Q.S Al-‘alaq 96/1-5, yang berbunyi :

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam/pena. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ayat tersebut mengandung perintah membaca, membaca berarti berpikir secara teratur atau sitematis dalam mempelajari firman dan ciptaan-Nya. Berpikir dengan mengorelasikan antara ayat qauliah dan kauniah, akan menuntun manusia mengenali konsep-konsep sains dan ilmu pengetahuan, mengembangkan sains dan ilmu pengetahuan teknologi serta bagaimana cara mendapatkannya. Prosesnya diawali dengan membaca, mencermati, data, fakta, dan realitas yang ada di sekitar kita

Mari kita bulatkan tekad untuk bisa mengalokasikan minimal 15 menit sampai dengan satu jam untuk berinteraksi lebih dekat dengan Alquran guna mengikuti ajarannya, mempelajari, memahami, membaca, menghafal, mendengarkan, menadaburi dan merenungkan serta mengimplementasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan kita. Wallahu’alam. (*)

Dr H Fatah Sulaiman