Hina Keluarga, Istri pun Murka

0
673 views

Nasib sial seolah tak pernah pergi pada diri Cimeng (48), nama samaran. Diceraikan istri pertama karena ketahuan selingkuh, Cimeng mencoba bangkit dengan menikahi Siti (28), perawan muda cantik jelita. Tapi apesnya, bukannya bahagia, Cimeng malah menderita. Keceplosan hina keluarga Siti, perceraian pun terjadi untuk kedua kali.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Ciomas, Cimeng tak sungkan diajak mengobrol tentang pengalaman berumah tangga. Ia pun tampak bersemangat berbagi kisah pilu masa lalunya. Dengan sebungkus rokok dan kopi hitam, Cimeng pun bercerita.

Cimeng mengaku takut kehilangan Siti. Pokoknya, apa yang diminta, pasti dituruti. Soalnya, sebelum menikah dengan Siti, ia memiliki pengalaman pahit berumah tangga. Keluarga kecil yang sempat dibina lima tahun lamanya, kandas di tengah jalan karena kesalahpahaman dan membuat Cimeng terkesan melakukan perselingkuhan. “Waktu itu saya cuma berteman biasa sama janda,” katanya. Yaelah, itu sih namanya teman tapi butuh kehangatan.

Singkat cerita, tiga bulan setelah perceraiannya, Cimeng bertemu Siti di jalan persimpangan tak jauh dari rumahnya. Bagai kucing melihat ikan asin, Cimeng langsung menyapa dan mengajak berkenalan. Bakat merayunya keluar dan berhasil meminta nomor telepon Siti. Sejak itu Cimeng selalu menghubungi Siti setiap malam, jika telepon tak diangkat, pesan singkat dengan kalimat gombalnya bertindak.

Namun, Cimeng sempat menyerah lantaran diberi saran untuk tidak mendekati Siti. Soalnya, banyak lelaki yang juga berniat menikahi. Tapi, entah dapat keberanian dari mana, keesokan harinya Cimeng langsung datang ke rumah Siti dan menyatakan ingin segera menuju pelaminan.

Beruntungnya, mungkin memang sudah jodoh, kebetulan saat itu Siti memang sedang jomblo. Meski awalnya tampak ragu, tapi setelah dijelaskan kalau Cimeng termasuk lelaki kaya, yang namanya wanita, tentu tak bisa menolaknya. Daripada menanti yang tak pasti, Siti pun bersedia menjadi pendamping hidup Cimeng.

Ya, Cimeng berasal dari keluarga berada. Ayahnya mandor beras, ibunya juga pengusaha makanan rumahan. Hal itu membuat Cimeng mudah mendapatkan wanita. Terlebih, Cimeng memiliki fisik tinggi, kulit sawo matang, dan rambut hitam tersisir rapi. Penampilannya keren meski usia tak lagi muda.

Hal itu berbeda dengan Siti. Meski penampilannya sederhana, ia dikaruniai wajah cantik, kulit putih, dan lekuk tubuh aduhai. Siti perawan kembang desa yang diincar banyak pria. Namun, ternyata Siti berjodoh dengan Cimeng. Pesta penikahan pun digelar meriah.

Berjalan setahun usia pernikahan, mereka dikaruniai anak pertama, membuat hubungan semakin mesra. Tapi, sejak memiliki anak, Siti yang awalnya penurut dan sangat patuh pada suami, entah karena bosan atau termakan bisikan teman, perlahan sikapnya berubah tak seperti biasanya. “Dia jadi gampang marah dan enggak mau pergi berdua sama saya,” kata Cimeng.

Setiap ada acara kondangan atau silaturahmi ke rumah teman, Siti tak pernah mengajak suami. Alasannya ingin pergi sendiri, padahal di lokasi acara ia sudah berkumpul bersama teman-temannya yang membawa suami. Setiap ditanya, Siti mengaku suaminya sibuk bekerja. Astaga.

Setelah diselidiki, ternyata Siti malu berdampingan dengan Cimeng yang usianya berbanding jauh dengannya. Hal itu diketahui Cimeng dari salah satu teman Siti. Parahnya, ternyata diam-diam Siti selalu menjelek-jelekkan Cimeng di depan teman-temannya. “Padahal dia saya nafkahi, keluarganya juga sering saya kasih uang. Tapi, balasan dia begitu ke saya,” tukas Cimeng.

Mengetahui hal itu, Cimeng tak terima dan memarahi Siti dengan membentak. Namun, Siti malah cuek dan tak mendengarkan suaminya. Cimeng semakin emosi, keluarlah kata-kata hinaan dari mulut Cimeng tentang keluarga Siti. “Waktu itu saya khilaf, kebawa emosi,” sesal Cimeng.

Siti menangis. Ia langsung memasukkan pakaiannya ke dalam tas besar, meski Cimeng mencoba menghalang-halangi, Siti terus berontak hingga sang suami pasrah dan mulai meminta maaf. Hari itu Siti menemui keluarganya dan minta bercerai dengan Cimeng.

Meski sempat diadakan musyawarah agar rumah tangga mereka bertahan, tetapi itu tak membuat Siti mengubah keputusannya. Dua minggu kemudian Cimeng dan Siti pun resmi bercerai. Sampai hari ini, Cimeng masih sendiri, sedangkan Siti, kabarnya akan menikah lagi.

Ya ampun, sabar ya Kang Cimeng. Semoga lekas mendapatkan istri lagi dan hidup bahagia. Amin. (mg06/zee/ira)