Hingga Kini, Iman Ariyadi Masih Kendalikan Golkar Cilegon

DPD Belum Cari Pengganti

0
646 views
Ketua Golkar Cilegon Tb Iman Ariyadi (kiri) didampingi Sekretaris DPD Golkar Sutisna Abbas tersenyum saat verifikasi di Rutan Serang. FOTO: SUTISNA ABBAS FOR RADAR BANTEN

CILEGON – Walikota Cilegon nonaktif Tb Iman Ariyadi hingga kini masih mengendalikan DPD Partai Golkar Kota Cilegon. Masalah hukum yang menjeratnya saat ini belum banyak berpengaruh terhadap kekuasaan Iman atas Golkar di Kota Baja.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas membenarkan, Iman masih memegang penuh kendali Golkar Cilegon. Menurutnya, setiap langkah yang dilakukan oleh pengurus Golkar Cilegon harus dikoordinasikan dan persetujuan Iman di Rutan Kelas II B Serang.

Belum adanya ketetapan hukum tetap atau inkrah menjadi alasan belum digantinya Iman dari pucuk pimpinan Golkar Cilegon. Atas dasar itu juga, pengurus Golkar Cilegon belum berpikir untuk mengganti Iman.

“Ketika Pak Iman mengambil keputusan banding artinya itu masih proses, keputusan pengadilan tipikor belum inkrah karena masih ada yang masih diproses. Ujungnya di kasasi. Selama itu masih berproses, kita dukung langkah Pak Iman, kita tidak mau buru-buru,” ujar Sutisna kepada Radar Banten, Minggu (24/6).

Menurut Sutisna, seluruh jajaran pengurus Golkar Cilegon sepakat untuk tetap mempercayakan kepimpinan Golkar kepada Iman hingga proses hukum selesai. Hal itu, menurutnya, tidak memengaruhi aktivitas di partai, termasuk dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Seluruh tahapan pileg, menurut Sutisna, tidak menemui kendala, proses pendaftaran partai hingga penyeleksian bakal calon legislatif berjalan lancar. Bahkan menurut Sutisna, Golkar Cilegon sudah siap untuk menghadapi masa pendaftaran caleg yang dimulai 4 Juli mendatang.

“Kita masih bersama-sama memajukan langkah Golkar,” ujarnya.

Keberadaan Iman di balik jeruji tidak memengaruhi Partai Golkar Kota Cilegon karena masing-masing pengurus menjalankan tugas sesuai dengan jabatannya masing-masing. Menurut dia, secara teknis masih ada wakil ketua, bidang, serta jajaran lainnya. Adapun Iman posisinya sebagai pengambil keputusan. “Apa pun kita sampaikan, misalnya kemarin ada buka puasa bersama di DPD kita sampaikan. Tidak ada satu pun yang tidak kita sampaikan ke Beliau. Kita masih menghormati Beliau. Tetap, kalau pun kita harus melakukan rapat pleno kita sampaikan ke Pak Iman bahwa ini hasil rapat di Golkar,” tutur Sutisna.

Meski dikendalikan dari penjara, target Golkar Cilegon tetap tinggi, yakni meraup 16 hingga 18 kursi. Hampir dua kali lipat dibanding pemilu sebelumnya yang meraih sepuluh kursi. Sutisna mengklaim, target sangat realistis mengingat saat ini Partai Golkar masih mendominasi kursi legislatif.

Sutisna meyakini, target itu dapat terealisasi. Posisi ketua yang jauh bagi DPD Partai Golkar Kota Cilegon bukan jadi persoalan karena struktur dan mesin partai masih berjalan dengan baik. Partai Golkar sebagai partai besar dan tua pun membuat pergerakan politik tetap stabil meski dipimpin secara jauh.

“Karena kita bukan partai baru, meski ketua sedang bermasalah tapi kan beban tidak semua di pundak ketua. Masih ada pengurus,” ujarnya.

Sementara itu, hingga tadi malam Radar Banten belum bisa menghubungi pihak keluarga Iman. Beberapa kali dihubungi, kakak kandung Iman yang biasa berbicara dengan media, yakni Ratu Ati Maliati, belum bisa dihubungi. Namun sebelumnya, Ati mengaku bahwa keluarga belum memikirkan sosok pengganti Iman. Dirinya dan keluarga masih fokus terhadap proses hukum yang masih berlangsung. “Kita tunggu semuanya selesai,” ujar Ati, pekan lalu.

Terkait proses hukum, Iman Ariyadi memutuskan untuk mengajukan banding, dan hal itu menurut Ati didukung oleh pihak keluarga. Menurut Ati, Iman memutuskan untuk mengajukan banding karena rasa keadilan. Keluarga menilai Iman tidak menerima suap seperti yang telah dituduhkan, kemudian sanksi yang dihadiahkan kepada Iman pun dinilai tidak laik.

Menurutnya, bukti persidangan jelas-jelas menunjukkan bahwa Iman tidak menerima suap apa pun atas dana sponsorship yang diberikan oleh PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dan PT Brantas ke klub sepak bola Cilegon United.

Setelah keputusan banding, mewakili keluarga, Ati mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus yang menjerat adik kandungnya tersebut kepada proses hukum yang berlaku. Ati meyakini jalur yang dipilih Iman dan keluarganya itu merupakan yang terbaik.

“Kami yakin di negara ini masih ada keadilan. Karenanya, kami mencari keadilan itu sendiri,” ujarnya. (Bayu M/RBG)