Hingga Kini, Lantai Dua Pasar Blok F Cilegon Masih Sepi

0
125
Puluhan kios di lantai dua Pasar Blok F Cilegon masih tampak sepi, Jumat (25/5). Meski sudah selesai pembangunannya, belum ada aktivitas jual beli di lantai dua.

CILEGON – Puluhan kios dengan luas 12 meter persegi di lantai dua Pasar Blok F masih belum digunakan. Padahal, pembangunan kios tersebut sudah rampung sejak Desember tahun lalu.

Pantauan Radar Banten, Jumat (25/5), kios yang berjumlah 75 unit itu belum satu pun digunakan untuk berjualan. Lantaran itu, lantai dua di pasar tersebut tak ada aktivitas sama sekali. Walaupun ada, hanya orang-orang yang mau salat saja di musala karena musala di Pasar Blok F terletak di lantai dua.

Menanggapi hal itu, Kasubag Umum Kantor UPTD Pasar Blok F Siti Rogayah mengaku tidak tahu apa-apa soal itu. “Kalau yang ditanya kios yang di lantai dua, saya tidak tahu karena kewenangannya ada di pimpinan,” kata Rogayah.

Menurut Rogayah, untuk mengetahui lebih lanjut mengapa masih sepi, bisa langsung ditanyakan kepada pejabat terkait. “Langsung saja ke Pak Kadis. Kalau Pak Kabid, sudah pensiun. Jadi, baiknya langsung tanyakan saja ke Pak Kadis,” terang Rogayah.

Memang, kata Rogayah, kios di lantai dua itu sifatnya sewa. Kalau ada pedagang yang berminat, harus sewa dan langsung mengajukannya ke pejabat terkait. “Berbeda dengan kios yang ada di bawah,” ujar Rogayah.

Dikatakan Rogayah, kios atau emprakan yang ada di bawah tidak dikenai biaya sewa. “Kalau di bawah sih cuma dikenakan biaya sewa lahan saja. Jadi, memang berbeda antara kios atas dan kios bawah,” kaya Rogayah lagi.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Tb Dikrie Maulwardhana menjelaskan, masih sepinya kios di lantai dua lantaran sampai sekarang belum ada sambungan listriknya. “Kalau sudah ada, pasti ramai,” jelas Dikrie.

Dikrie menyatakan, pemasangan listrik tidak boleh dianggarkan di dalam rencana anggaran biaya (RAB). “Oleh sebab itu, listrik menjadi kewajiban para calon pemilik kios. Kalau sudah ada sambungan listriknya atau listriknya sudah dipasang, nanti juga ramai,” terang Dikrie.

Kata Dikrie, kalau listrik sudah dipasang oleh pemilik kios, para pemilik kios akan menandatangani perjanjian dengan Pemkot sekaligus membayar biaya pemasangan listriknya masing-masing, “Jadi sabar saja dulu. Kalau sudah selesai, nanti juga bakal kayak di lantai bawah, ramai,” imbuh Dikrie.

Dikrie berharap, kios di lantai dua bisa segera dioperasikan untuk kegiatan jual beli. “Secara prinsip, kios yang ada di lantai dua semuanya sudah bisa ditempati. Tinggal pemasangan listriknya saja yang belum. Jadi, sudah tidak ada masalah yang mendasar lagi. Karena pada intinya, semuanya sudah siap,” tandas Dikrie. (Umam/RBG)