Hingga Maret 2017, Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Serang Meningkat

0
3.013 views
Kasi Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular Gia Andriani

SERANG – Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus Infection / Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Serang mengalami peningkatan dari tahun lalu, hal ini ditengarai semakin banyaknya pasien yang mau memeriksakan dirinya ke Puskesmas untuk tes Voluntary Counseling dan Testing (VCT).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Serang, sampai bulan Maret 2017 diperkirakan 50 orang positif HIV/AIDS, dimana pada tahun 2016 mencapai 39 orang yang terjangkit positif HIV/AIDS.

Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Serang, Muhti Ali membenarkan bahwa penderita HIV/AIDS semakin meningkat dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu, wilayah Cikande paling mendominasi sebanyak tujuh orang, sementara Tirtayasa dan Kragilan itu masing-masing 5 orang,” tuturnya saat ditemui Radar Banten Online di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Senin (10/7).

Kasi Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Serang Gia Andriani mengungkapkan bahwa daerah tertinggi penderita HIV/AIDS pada tahun 2017 adalah Kecamatan Ciruas dan Anyar, terutama wilayah perindustrian.

“Biasanya pekerja seks komersial (PSK) yang rentan positif HIV/AIDS, karena mereka menjajakan jasa layanan bagi para lelaki kesepian,” ujar salah satu dokter di rumah sakit swasta itu.

Namun, tambahnya, tren penderita HIV/AIDS yang muncul belakangan ini lebih banyak diderita oleh lelaki suka lelaki (LSL) daripada PSK.

Gia mengungkapkan bahwa penyuka sesama jenis memiliki komunitasnya untuk mengajak teman LSL tadi memeriksakan diri untuk tes VCT. “Oleh sebabnya peningkatan ini karena mereka mulai sadar akan pentingnya kesehatan terhadap penyakit menular ini. Terlebih mereka yang sudah melakukan hubungan intim biasanya lebih berisiko terkena HIV,” jelasnya.

Pihaknya berupaya mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS ini dengan berkoordinasi bersama KPA Kabupaten Serang. Tujuannya, jelas Gia, sebagai upaya melihat sebanyak-banyaknya jumlah kasus HIV/AIDS agar penderita bisa mendapatkan pertolongan sedini mungkin. “Penyebaran HIV ini kan seperti fenomena gunung es, ketahuan di kami tapi di lapangan masih banyak yang belum kami deteksi. Biasanya mereka malu dan enggan memeriksakan dirinya ke Puskesmas setempat,” tuturnya

Sementara itu, untuk tes VCT sendiri sudah tersedia di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Serang. Apabila terinfeksi HIV/AIDS, lanjut Gia, akan segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Drajat Prawiranegara untuk diberikan obat antiretroviral (ARV). “Apalagi ada peraturan pemerintah, dimana penderita HIV harus mendapatkan pengobatan secara gratis terkait virus menular ini, tidak terkecuali. Karena sekarang sudah menjadi tanggung jawab kita semua,” terangnya.

Ia berharap kepada masyarakat terutama yang rentan tertular HIV/AIDS untuk segera memeriksakan dirinya ke Puskesmas supaya pencegahan dan penanggulangannya bisa diatasi secepatnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)