Hingga Perbaikan Tahap Dua, Bus dan Truk Dilarang Lintasi JLS

Plt Walikota Edi Ariadi meninjau perbaikan JLS, Rabu (6/6). Untuk sementara JLS hanya dapat dilintasi kendaraan kecil.

CILEGON – Pelaksana tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi meninjau proyek perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS), Rabu (6/6). Hal itu dilakukan untuk memastikan kesiapan jalan tersebut dalam menghadapi arus mudik dan liburan Lebaran.

Kepada wartawan Edi menjelaskan, perbaikan JLS sudah mencapai 98 persen dari target perbaikan tahap pertama jalur yang menghubungkan pintu tol Cilegon Timur dan Kecamatan Ciwandan itu. “Tinggal penghalusan saja,” ujar Edi, kemarin.

Kendati seperti itu, menurut Edi, sejauh ini kendaraan kecil sudah bisa melalui jalan itu. Hingga perbaikan tahap kedua, yaitu tahapan pembetonan, mobil besar dari bus tiga perempat hingga truk dilarang melalui jalur tersebut. “Secara angka, kendaraan dengan berat di atas delapan ton dan tinggi 2,5 meter lah yang dilarang melalui jalur itu,” kata Edi.

Menurutnya, hal itu karena konstruksi perbaikan tahap pertama itu didesain hanya untuk dilewati oleh kendaraan-kendaraan berukuran kecil seperti sedan dan mini bus. Sedangkan untuk kendaraan-kendaraan berukuran besar menggunakan jalur dari pintu tol Cilegon Barat dan melalui kawasan industri hingga tersambung ke jalur di Ciwandan.

“Minimal bisa mengurai kemacetan yang di sana (jalur Ciwandan),” kata Edi.

Agar kendaraan berukuran besar tidak melewati JLS, Pemkot Cilegon akan memasang rambu-rambu. Selain itu, akan ada petugas yang terus siaga selama 24 jam. Namun untuk lebih rinci, hal tersebut akan dibahas terlebih dahulu.

Setelah perbaikan tahap pertama itu, perbaikan selanjutnya akan dilakukan oleh industri setelah Idul Fitri. Meski dikerjakan oleh industri, pengerjaan proyek itu berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon. Hal itu agar perbaikan jalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Sementara itu, koordinator industri untuk perbaikan JLS Malim Hander Joni menjelaskan, sejauh ini, iuran dari industri untuk perbaikan jalan itu baru mencapai Rp500 juta. Menurutnya, masih ada sejumlah industri yang belum memberikan konfirmasi untuk menyumbang atau tidak.

Namun, Joni optimistis, setelah Idul Fitri nanti perbaikan JLS tahap kedua dengan betonisasi akan bisa dilakukan karena masih ada waktu untuk pengumpulan dana iuran. “Akan kita terus komunikasikan dengan industri-industri,” papar Joni.

Menurutnya, kemungkinan masih ada yang belum konfirmasi karena perlu melewati mekanisme perusahaan, sehingga masih memerlukan waktu untuk menindaklanjuti kesepakatan iuran itu.

Joni melanjutkan, industri sepakat untuk tidak sepenuhnya memberikan bantuan berupa uang, tapi bisa juga material. Informasi sementara, yang akan menyalurkan bantuan berupa material adalah perusahaan PT Krakatau Steel Group. “Kita juga butuhkan itu,” kata Joni.

Ditanya terkait kapan persis waktu perbaikan tahap kedua dimulai, Joni belum bisa menjelaskan. Menurutnya, perlu ada pembahasan dengan industri dan Dinas PUTR. Namun, Joni berharap bisa dilakukan secepat mungkin karena sudah terlalu lama. (Bayu M/RBG)