SERANG – Menyikapi maraknya tempat hiburan di Kota Serang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang, menggelar Dialog Publik dengan tema ‘Tempat Hiburan dalam Presfektif Kebijakan Kota Madani, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (7/1).

Ketua HMI Cabang Serang Awan Anhara mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan buah dari pemikiran dan keingin bersama dalam memberikan ruang, yang dimana kondisinya tempat hiburan di Kota Serang saat ini sangat memprihatinkan. “Kami sengaja mengundang para pengambil kebijakan di Kota Serang untuk mencari solusi atas permasalahan ini, karena kalau dibiarkan ini akan berdampak lebih luas lagi pada masyarakat,” kata Awan.

Ketua Pelaksana Dialog Publik, Abdul Basyar mengatakan, Kota Madani dapat diartikan sebagai civil society, dalam sejarah Islam, ini ditunjukkan dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yatsrib yang sekarang lebih dikenal Kota Madinah.

“Banten yang dikenal kental dengan sejarah kejayaan kerajaan Islam, namun kekinian Kota Serang di tengah awal pembangunan sebagai ibu kota Provinsi Banten, menjadi salah satu contoh dan muka bagi daerah-daerah lain,” kata Basyar.

Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Serang Sulhi, Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin, Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tajudin, Ketua PC NU Kota Serang KH. Matin Syarkowi, Ketua Muhammadiyah Kota Serang Hamsin Syarbini, Akademisi Untirta Lia Riesta Dewi, Ketua POKJA Wartawan Kota Serang Andi Suhandi, dan sebagai moderator Fauzan Dardiri Jurnalis radarbanten.com, beserta tamu undangan lainnya. (Fauzan Dardiri)***