Belasan aktivis HMI Cabang Lebak melakukan orasi di Jalan Iko Djatmiko Rangkasbitung.

LEBAK – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyerukan kepada masyarakat di Kabupaten Lebak agar menolak dan menjauhi politik uang. Politik uang dinilai akan membunuh moral politik masyarakat dan merusak demokrasi yang dibangun di Indonesia.

Belasan aktivis HMI Cabang Lebak melakukan orasi di pertigaan Jalan Multatuli dan Jalan Iko Djatmiko Rangkasbitung. Mereka membentangkan spanduk dan poster bertuliskan Demokrasi Kita. Setelah berorasi, mahasiswa melanjutkan aksi ke depan pintu gerbang pendopo Bupati Lebak. Tak lama, mereka membubarkan diri dengan tertib.

Ketua HMI Cabang Lebak Cucu Komarudin menyatakan, pesta demokrasi lima tahunan harus dijaga bersama. Jangan sampai pemilu yang dibiayai dengan uang rakyat miliaran rupiah dikotori dengan hoaks, ujaran kebencian, dan politik uang. Untuk itu, HMI Cabang Lebak komitmen akan mengawal pesta demokrasi lima tahunan agar berjalan dengan baik dan demokratis.

“HMI ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa di 2019 ini tahun politik. Jangan sampai di tahun politik ini, karena beda pilihan masyarakat terpecah belah,” ungkap Cucu Komarudin.

Menurutnya, jangan gara-gara politik masyarakat saling benci antar-sesama, tetangga, dan keluarga. Bahkan politik uang akan melahirkan tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Untuk itu, dia meminta kepada para calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten tidak melakukan praktik politik uang dalam pesta demokrasi di 2019.
“Politik uang hanya akan melanggengkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Karena itu, jauhi dan tolak politik transaksional di pemilu 2019,” katanya. (Mastur)